JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Puncak menyalurkan bantuan bahan makanan dan sembako kepada masyarakat Distrik Lambewik yang terdampak kekeringan dan gagal panen.
Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara dari Jayapura dan didrop di Bandara Kwijawagi, Kabupaten Lanny Jaya, Jumat (11/9/2026). Penyaluran melalui Kwijawagi dilakukan karena akses menuju Lambewik dinilai lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat dibandingkan mengambil bantuan di Agandugume.
Penyaluran bantuan dipimpin Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Puncak Yuniet Murib, SE, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Otto Alom, S.Sos. Keduanya mewakili Bupati Puncak Elvis Tabuni untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat.
Bantuan dikirim menggunakan pesawat MAF dengan nomor registrasi PK-MAE dan dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan.
Kepala BPBD Kabupaten Puncak Yuniet Murib mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat yang terdampak bencana setelah Pemkab Puncak menetapkan status tanggap darurat.
Menurut Yuniet, selama masa tanggap darurat pemerintah telah menyalurkan bantuan ke wilayah Distrik Agandugume. Namun, kondisi geografis dan jarak tempuh membuat masyarakat Lambewik kesulitan mengambil bantuan karena harus berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.
“Selama ini bantuan kami salurkan ke Agandugume. Tetapi karena jaraknya cukup jauh dan masyarakat harus berjalan kaki, maka untuk masyarakat Lambewik lebih dekat jika bantuan didrop melalui Bandara Kwijawagi,” ujar Yuniet.
Ia menjelaskan, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Naftali Akawal, Sekda Puncak Nenu Tabuni, serta Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni belum dapat hadir secara langsung karena sedang menjalankan kegiatan di Jakarta.
“Karena pimpinan sedang ada kegiatan di Jakarta, kami dari BPBD dan Dinas Ketahanan Pangan mewakili untuk menyerahkan bantuan ini secara simbolis kepada masyarakat,” katanya.
Adapun bantuan yang dikirim terdiri atas sekitar 2 ton beras, mi instan, minyak goreng, gula, kopi, sarden, serta sejumlah bahan makanan lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Otto Alom mengatakan, kekeringan dan gagal panen telah berdampak terhadap kebutuhan pangan masyarakat di sejumlah wilayah pegunungan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya telah menyiapkan bantuan beras bagi masyarakat terdampak di seluruh 25 distrik di Kabupaten Puncak.
“Semua 25 distrik sudah kami siapkan. Kami siap turun melihat dan membantu masyarakat. Sekarang semuanya sedang berjalan,” kata Otto.
Ia menyebut bantuan pangan juga telah disiapkan untuk wilayah Agandugume, Lambewik dan Oneri. Saat ini, distribusi difokuskan melalui Agandugume, dengan sekitar 25 ton beras telah tersedia dan proses penyalurannya terus berjalan.
Namun, pemerintah kemudian menyesuaikan jalur distribusi setelah menerima aspirasi masyarakat Lambewik yang meminta agar bantuan dikirim melalui Bandara Kwijawagi karena aksesnya lebih dekat.
“Secara simbolis sudah kami serahkan. Kami siap memberikan pelayanan sampai ke pelosok mana pun. Kami siap menyalurkan bantuan bagi masyarakat Puncak yang terdampak,” tegas Otto.
Otto menjelaskan, kondisi geografis dan keterbatasan transportasi menjadi salah satu tantangan dalam pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak. Karena itu, pemerintah harus menggunakan jalur udara dengan menyesuaikan jumlah bantuan berdasarkan kapasitas angkutan pesawat yang tersedia.
“Meskipun penyaluran harus melalui udara, semampu kami tetap kami siap melayani dan memberikan bantuan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Nenggerak Kiwo, S.Farm., mewakili masyarakat Puncak menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Kami masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Puncak yang sudah turun melihat kondisi masyarakat dan memberikan bantuan. Semoga Tuhan memberkati dan menjaga dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Nenggerak mengatakan, dampak kekeringan dan gagal panen telah dirasakan masyarakat sejak Juli hingga September 2026. Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Puncak terus memberikan perhatian kepada sejumlah wilayah terdampak.
Beberapa wilayah yang membutuhkan perhatian antara lain Kwijawagi, Agandugume, Lambewik dan Oneri.
Khusus masyarakat Lambewik, ia mengatakan warga telah sepakat agar distribusi bantuan bahan makanan dilakukan melalui Bandara Kwijawagi karena aksesnya lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Kami masyarakat meminta agar khusus penyaluran bantuan untuk Lambewik dilakukan melalui Bandara Kwijawagi. Tidak perlu lagi melalui Bandara Agandugume karena jaraknya jauh. Kami berharap seluruh penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui Bandara Kwijawagi,” pungkasnya.
(Lisa/Redaksi)







Apa komentar anda ?