JAYAPURA, nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten di delapan wilayah administratif terus memperkuat penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Pemerintah memastikan bantuan pangan dari pemerintah pusat akan disalurkan kepada masyarakat yang mengalami gagal tanam dan kehilangan sumber pangan akibat kondisi cuaca yang berkepanjangan.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M., saat ditemui di kediaman Wakil Gubernur Papua Pegunungan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (30/8/2026), mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan telah menyampaikan kondisi masyarakat terdampak kepada pemerintah pusat.
Menurut Ones, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo melalui Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Keputusan tersebut telah diterima dan menjadi perhatian Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, serta Menteri Sosial.
Ones menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial, yang telah memberikan dukungan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan dan minum masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Atas nama masyarakat Provinsi Papua Pegunungan, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.”
Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya kekurangan air, tetapi juga kerusakan tanaman pangan dan hilangnya sumber penghidupan. Kekeringan menyebabkan kebun masyarakat, terutama tanaman umbi-umbian seperti ipere atau ubi, mengalami kerusakan sehingga tidak lagi dapat diandalkan sebagai sumber pangan maupun pendapatan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat juga menghadapi kegagalan tanam pada kebun-kebun baru.
“Dampaknya bukan hanya kekeringan, tetapi masyarakat juga kehilangan sumber pangan dan pendapatan dari kebun mereka. Banyak tanaman umbi-umbian yang sudah tidak memiliki harapan lagi akibat kondisi tanah yang kering dan panas.”
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami dampak kekeringan, antara lain Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Jayawijaya, serta beberapa wilayah lainnya di Provinsi Papua Pegunungan.
Untuk tahap awal, bantuan telah dialokasikan bagi empat kecamatan di Kabupaten Jayawijaya. Selanjutnya, bantuan akan diperluas ke sejumlah kabupaten lain yang berdasarkan hasil pendataan benar-benar mengalami dampak kekeringan.
Ones menegaskan, penyaluran bantuan harus dilakukan berdasarkan data yang akurat agar tepat sasaran. Karena itu, para bupati diminta menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap masyarakat terdampak.
Pendataan tersebut melibatkan perangkat daerah yang menangani sektor pertanian, sosial, dan penanggulangan bencana.
“Kami meminta pendataan dilakukan dengan baik dan akurat. Data dari kabupaten akan disampaikan kepada provinsi, kemudian provinsi akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat sebagai dasar untuk mendapatkan dukungan bantuan berikutnya.”
Menurut Ones, pemerintah tidak bermaksud menggantikan seluruh kebutuhan pangan masyarakat melalui bantuan tersebut. Bantuan merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat melewati masa sulit hingga kondisi kembali stabil.
“Bantuan ini bukan satu-satunya jawaban untuk menggantikan seluruh kebutuhan makanan pokok masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang paling terdampak selama kondisi belum stabil.”
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani.
Apabila kondisi belum stabil setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi dan dapat memperpanjang masa penanganan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Selama kondisi masyarakat belum stabil, pemerintah akan terus bekerja dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bantuan dapat terus diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada.”
Ones juga mengajak masyarakat di delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan untuk tetap tenang dan bersabar menghadapi kondisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan memastikan bantuan yang diterima dari pemerintah pusat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami ingin masyarakat tetap tenang. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus bekerja untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan.”
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang tetap bertahan menghadapi situasi sulit serta menaruh harapan kepada Tuhan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk tetap bersabar dan menaruh harapan kepada Tuhan. Pemerintah akan terus bekerja selama jalan pelayanan masih dibukakan, sehingga bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.” Pungkasnya.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?