NABIRE, Nokenlive.com – Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai berdampak serius di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sejumlah sumber air dilaporkan mulai mengering, sementara kebakaran lahan terjadi di beberapa wilayah hingga menghanguskan sejumlah rumah warga.
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengatakan kondisi kekeringan telah berlangsung hampir dua bulan. Kondisi tersebut juga membuat sejumlah wilayah tertutup kabut asap akibat kebakaran lahan.
“Dengan adanya musim kemarau atau kekeringan El Nino ini hampir dua bulan sampai sekarang. Ada beberapa sumber air yang sudah mulai kering, sekalipun kali-kali besar juga sudah mulai kering,” kata Aner Maisini, Senin (24/8/2026).
Ia menyebut, dampak kekeringan dan kebakaran telah terjadi di sedikitnya dua distrik, yakni Distrik Hitadipa kampung Wabui dan Distrik Homeo.
Di Distrik Wabui, sekitar lima (5) rumah warga dilaporkan terbakar hingga hangus. Sementara di Distrik Homeo, kebakaran terjadi di wilayah Sanepak Barak guru hangus dan sejumlah lokasi lainnya.
“Kemarin juga ada beberapa di Homeo. Sementara ada beberapa tempat yang terjadi kebakaran,” ujarnya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah menetapkan langkah tanggap darurat bencana serta membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menangani dampak kekeringan dan kebakaran.
Pemerintah daerah juga berencana memberikan bantuan berupa tenda bagi warga yang terdampak kebakaran, khususnya di wilayah Wabui.
Selain penanganan di lapangan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun rumput secara sembarangan. Imbauan tersebut telah disampaikan kepada kepala desa dan para camat agar diteruskan kepada masyarakat.
“Kami sudah imbau kepada desa dan camat supaya masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan atau rumput. Jangan sampai mengakibatkan korban rumah atau tanaman,” tegasnya.
Aner mengatakan, kondisi di dalam Kota Intan Jaya sejauh ini belum terdampak langsung oleh kebakaran lahan. Namun, asap akibat kebakaran mulai dirasakan masyarakat.
“Di dalam kota tidak terjadi, cuma asap saja,” katanya.
Sementara itu, aktivitas penerbangan di wilayah Intan Jaya masih berjalan normal. Meski demikian, bupati mengingatkan bahwa kondisi angin belakangan ini semakin kencang sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya meminta masyarakat bersama pemerintah di tingkat distrik dan kampung untuk mencegah aktivitas pembakaran yang berpotensi memperluas kebakaran dan mengancam permukiman maupun lahan pertanian warga.
(Lisa)







Apa komentar anda ?