JAYAPURA, Nokenlive.com – SMK 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura mendapat dukungan melalui program revitalisasi sekolah tahun 2026. Bantuan senilai Rp2,045 miliar tersebut dinilai sangat membantu sekolah dalam memperbaiki dan meningkatkan fasilitas pembelajaran, terutama sarana bengkel praktik siswa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMK 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Yuliana Ansanay, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi tersebut. Ia mengatakan, sejumlah fasilitas bengkel di sekolah sudah berusia cukup lama sehingga membutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas.
Hal itu disampaikan Yuliana saat ditemui media di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).
“Bantuan revitalisasi sekolah bagi kami sangat berarti sekali, mengingat kondisi bangunan di SMK 3 Jayapura, khususnya bengkel, telah termakan usia sejak tahun 80-an silam. Sehingga sangat butuh perbaikan dan peningkatan kualitasnya agar jauh lebih baik dan layak digunakan siswa,” ujar Yuliana
Menurutnya, bantuan tersebut diperoleh setelah pihak sekolah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta melaporkan kondisi sarana dan prasarana yang ada. Sekolah kemudian mendapat bantuan anggaran melalui program revitalisasi dari pemerintah melalui kementerian yang membidangi pendidikan dasar dan menengah melalui Direktorat Jenderal SMK.
Yuliana menjelaskan, bengkel mesin las dan mesin bubut, bengkel otomotif, serta bengkel kendaraan ringan menjadi beberapa fasilitas yang diprioritaskan untuk diperbaiki maupun dibangun baru.
Selain itu, sekolah juga akan menambah satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Saat ini SMK 3 Jayapura hanya memiliki satu ruang UKS, sementara jumlah peserta didik mencapai sekitar 1.342 siswa.
“Program revitalisasi sekolah yang diterima SMK 3 Jayapura ini sangat baik dan membantu pihak sekolah dalam rangka memperbaiki dan menyediakan sarana dan prasarana belajar yang lebih memadai dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” tuturnya
Yuliana berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru. Menurutnya, ruang kelas maupun ruang praktik yang layak dapat meningkatkan minat siswa untuk datang dan belajar di sekolah sekaligus memberikan kenyamanan bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua atas dukungan terhadap pengembangan satuan pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan.
SMK 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura memiliki sejumlah kompetensi keahlian, yakni Teknik Otomotif, Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi, Teknik Listrik, serta Desain Pemodelan Informasi Bangunan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, jurusan yang paling banyak diminati adalah Teknik Otomotif, khususnya Teknik Kendaraan Ringan, serta Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi.
Di sisi lain, Yuliana meminta perhatian pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terhadap kebutuhan tenaga pengajar, khususnya guru produktif.
Pasalnya, sejumlah guru produktif di beberapa jurusan telah memasuki masa purna tugas. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi dengan penambahan tenaga pengajar baru, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan setiap tahun.
“Perlu ada penambahan guru baru, mengingat tiap tahun animo masuk ke sekolah kejuruan cukup meningkat,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?