SENTANI, nokenlive.com – Kabar melegakan datang dari Puskesmas Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Sepuluh anak yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Distrik Depapre akhirnya diizinkan pulang setelah kondisi kesehatan mereka membaik.
Berdasarkan pantauan wartawan nokenLive.com di Puskesmas Harapan, seluruh pasien menyelesaikan perawatan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIT.
Sebelumnya, kesepuluh anak tersebut dirujuk ke Puskesmas Harapan sejak Selasa (4/8/2026) malam, untuk mendapatkan penanganan intensif setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG.
Selama menjalani perawatan, tenaga kesehatan terus memantau perkembangan kondisi para pasien hingga dinyatakan stabil. Sebelum meninggalkan puskesmas, masing-masing pasien juga dibekali obat untuk dikonsumsi di rumah sesuai petunjuk tenaga medis.
Suasana haru terlihat saat satu per satu anak keluar dari ruang perawatan didampingi orang tua dan keluarga. Wajah mereka tampak lebih segar dibandingkan saat pertama kali dirujuk ke fasilitas kesehatan tersebut.
Salah seorang orang tua pasien, Aser Oyaitouw, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah merawat anaknya selama menjalani perawatan di Puskesmas Harapan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua perawat yang sudah membantu merawat anak kami sampai kondisinya membaik. Kami sangat bersyukur,” ujar Aser.
Ia mengatakan, infus yang terpasang pada anaknya telah dilepas oleh perawat setelah kondisi kesehatannya membaik. Menurut keterangan dokter, anaknya juga sudah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah dengan mengonsumsi obat yang telah diberikan.
Meski telah diizinkan pulang, keluarga diminta tetap memperhatikan kondisi anak selama masa pemulihan. Apabila muncul kembali keluhan seperti mual, muntah, diare, atau demam, orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan makanan bergizi gratis di Distrik Depapre masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?