NABIRE, nokenlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah siap menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp350 ribu per bulan bagi balita Orang Asli Papua (OAP) melalui Program BANGKIT Papua Tengah sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Program tersebut diluncurkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa pada puncak peringatan Hari Jadi ke-IV Provinsi Papua Tengah di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (22/7) malam.
Bantuan disalurkan langsung kepada ibu atau wali perempuan melalui bank atau payment point agar digunakan untuk membeli pangan bergizi, makanan pendamping ASI (MPASI), vitamin, serta mendukung biaya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Menurut Gubernur Meki Nawipa, skema bantuan tunai tersebut merupakan bagian dari program afirmasi pemerintah daerah untuk memastikan keluarga Orang Asli Papua memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar anak sejak usia dini.

“Program ini kami fokuskan untuk memperbaiki kesehatan dan gizi balita sekaligus memberikan perlindungan sosial kepada keluarga Orang Asli Papua agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan memperoleh akses pendidikan sejak dini,” katanya.
Dia menjelaskan, tahap pertama pelaksanaan program menyasar masing-masing 1.000 balita Orang Asli Papua di Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai, sebelum diperluas ke Kabupaten Puncak, Deiyai, Mimika, dan Nabire.
Selain meningkatkan kualitas gizi balita, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui peningkatan daya beli dan mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pemenuhan gizi masyarakat.
Dia menambahkan, Program BANGKIT juga dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui penyaluran bantuan secara nontunai sehingga penerima manfaat lebih mudah memperoleh layanan perbankan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pelaksanaan bantuan tunai bagi balita Orang Asli Papua dapat menjadi langkah awal dalam menurunkan permasalahan gizi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya generasi Papua Tengah yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?