ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Juli 16, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Kontroversi Film Pesta Babi: Tim Kolaborasi Minta Publik Tak Menghakimi Mama Yasinta

Kontroversi Film Pesta Babi: Tim Kolaborasi Minta Publik Tak Menghakimi Mama Yasinta

Oleh : Nokenlive
30 Mei 2026
Di Nasional
0
Kontroversi Film Pesta Babi: Tim Kolaborasi Minta Publik Tak Menghakimi Mama Yasinta

Foto oleh Watchdoc Film Maker Tim Keterangan foto : Pertemuan terbuka tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi yang menegaskan penghormatan kepada Mama Yasinta dan mengajak publik tidak menghakimi di tengah perkembangan situasi.

JAKARTA-nokenlive.com – Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi akhirnya menyampaikan tanggapan resmi terkait dinamika yang melibatkan tokoh perempuan adat Malind, Mama Yasinta, yang belakangan menjadi sorotan publik setelah beredarnya sebuah video pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Sabtu (30/5/2026), tim kolaborasi film menegaskan penghormatan terhadap Mama Yasinta sebagai sosok perempuan adat yang telah lama memperjuangkan hak-hak komunitasnya, jauh sebelum proses produksi film dokumenter tersebut berlangsung.

“Mama Yasinta adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung,” demikian pernyataan tim kolaborasi Pesta Babi.

Tim kolaborasi menegaskan bahwa mereka menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini, sekaligus meminta masyarakat untuk tidak memberikan penghakiman maupun tekanan terhadap dirinya di tengah situasi yang masih berkembang.

“Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini,” tulis mereka.

Menurut tim kolaborasi, setelah video tersebut beredar pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, hingga langkah Mama Yasinta mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat (29/5/2026), komunikasi secara langsung dengan yang bersangkutan belum dapat dilakukan.

“Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung,” ujar tim kolaborasi dalam keterangannya.

Di tengah situasi tersebut, mereka menyatakan masih terus berupaya membuka ruang komunikasi dan melakukan koordinasi dengan keluarga Mama Yasinta guna memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai perubahan sikap yang terjadi.

“Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya,” lanjut pernyataan itu.

Lebih jauh, tim kolaborasi berharap perhatian publik terhadap persoalan ini tetap diarahkan pada isu yang lebih besar, yakni upaya penyelesaian berbagai persoalan di Tanah Papua yang menjadi konteks utama perjuangan bersama.

“Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua,” tulis mereka.

Film dokumenter Pesta Babi sendiri merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi dan lembaga, yakni Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, serta Watchdoc.

Pernyataan ini menjadi respons resmi pertama dari tim kolaborasi di tengah berkembangnya perhatian publik terkait posisi dan sikap Mama Yasinta. Hingga kini, proses komunikasi disebut masih terus diupayakan sembari berbagai pihak menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan persoalan tersebut.

(Tundemin Kogoya – Redaksi DA)

Tags: Ekspedisi Indonesia BaruFilm dokumenter Pesta BabiGreenpeace IndonesiaJakartaJubi MediaLBH Papua MeraukeMama YasintaPapua SelatanPesta BabiPusaka Bentala RakyatWatchdoc
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemkab Puncak bangun pusat pemerintahan baru di lahan 62,5 hektare

Berita Selanjutnya

Turun Gunung, Persipuncak Cartenz Siap Rebut Piala Presiden 2026, Targetkan Kemenangan di Babak 64 Besar Liga 4 Nasional

Berita Terkait

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026
Nasional

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026

Kementerian Pertanian Genjot Pengembangan 3.000 Hektare Kakao di Nabire
Nasional

Kementerian Pertanian Genjot Pengembangan 3.000 Hektare Kakao di Nabire

Nabire Jadi Prioritas Pengembangan Perkebunan, Kementan Salurkan Program Kakao, Kelapa, Kopi hingga Sagu
Nasional

Nabire Jadi Prioritas Pengembangan Perkebunan, Kementan Salurkan Program Kakao, Kelapa, Kopi hingga Sagu

Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Bandara Balingga, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyebab Insiden
Hukum dan Kriminal

Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Bandara Balingga, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyebab Insiden

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua