Wamena,Nokenlive.com – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Yosep Lokobal, menyoroti Disperindag atas ketidakstabilan harga kebutuhan pokok (sembako) yang mulai terjadi di wilayah Jayawijaya. Hal ini dikatakan pada Kamis (24/4/2026), sebagai bentuk respon aspirasi masyarakat di Wamena.
Yosep menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar jika instansi terkait tidak segera bertindak.
Menurut Yosep, kenaikan dan variasi harga yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi global dan nasional yang merembet ke daerah. Ia memberikan atensi khusus pada komoditas beras yang harganya kini dinilai tidak seragam dan cenderung meresahkan masyarakat.
“Karena pengaruh global, secara internasional maupun nasional, itu pasti berdampak pada harga-harga di daerah. Kami di Komisi B selalu mengingatkan hal ini. Sekarang harga beras saja sudah mulai bervariasi,” ujarnya.
Yosep menegaskan bahwa Komisi B tidak akan tinggal diam jika dinas terkait tidak proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian harga di lapangan. Ia mengancam akan menggandeng Satpol PP serta pihak kepolisian untuk turun langsung melakukan penertiban di pasar-pasar.
“Ini dinas bersangkutan harus bergerak. Kalau tidak, kita undang Satpol PP dan kepolisian, kita sama-sama sisir pasar. Ini kan bagian dari kerja setiap hari masuk kantor, setiap bulan dapat gaji, jadi apa yang dikerjakan?” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya spekulasi harga oleh oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Yosep menekankan bahwa ketidakstabilan harga ini harus segera diatasi agar tidak memicu dampak yang lebih buruk, yakni inflasi yang tidak terkendali di Kabupaten Jayawijaya.
“Harga-harga di pinggiran ini sudah tidak benar. Kami selalu ingatkan, jangan sampai ini menjadi bagian dari inflasi yang tidak bisa kita kendalikan bersama di daerah ini,”jelasnya.
Selain menyoroti stabilitas harga pangan, Yosep juga menyebutkan bahwa permasalahan ini menjadi perhatian penting bagi Komisi B, di samping pembahasan mengenai isu krusial lainnya, seperti ketersediaan air bersih bagi warga yang sebelumnya sempat dibahas dalam forum tersebut.
(Tundemin/MR)





Apa komentar anda ?