JAYAPURA, NOKENLIVE.com— Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua tahun 2026 resmi digelar di Hotel Suni, Abepura, Jayapura, Papua, (15/4/2026), dengan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari laporan pertanggungjawaban hingga program pembinaan olahraga prestasi ke depan.
Ketua Panitia, Hengky Sawaki, menyampaikan bahwa Rakerprov kali ini memiliki beberapa pokok pembahasan utama yang menjadi dasar arah kebijakan organisasi ke depan.

“Pertama, membahas laporan pertanggungjawaban tahun 2025. Kedua, menetapkan program kerja tahun 2026. Ketiga, membahas keanggotaan KONI Provinsi Papua, serta hal-hal yang terkait dengan pembinaan olahraga prestasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Rakerprov mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Keolahragaan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Selain itu, kegiatan ini juga berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI Tahun 2022 serta Surat Keputusan KONI Papua Nomor 01 Tahun 2026.
Rakerprov diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus KONI Papua, utusan KONI kabupaten/kota, perwakilan cabang olahraga, serta organisasi olahraga fungsional. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua.
Sementara itu, Ketua KONI Papua, Kenius Kogoya, menegaskan pentingnya Rakerprov sebagai momentum untuk merumuskan strategi peningkatan prestasi olahraga di Papua. Menurutnya, olahraga memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai sarana kesehatan, tetapi juga sebagai alat pemersatu bangsa dan pembentuk karakter generasi muda.
“Olahraga adalah bagian penting dalam membangun generasi yang kuat dan berkarakter. Kita harus menyiapkan atlet sejak usia dini melalui pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kenius juga menyoroti tiga pilar utama dalam pembangunan olahraga, yakni olahraga pendidikan, olahraga masyarakat atau rekreasi, serta olahraga prestasi. Ia menekankan bahwa KONI memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan olahraga prestasi di daerah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh cabang olahraga, kata dia, wajib mengikuti pra-kualifikasi agar dapat tampil pada ajang tersebut.
“Kita harus mempersiapkan diri lebih baik. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran agar ke depan pembinaan dan pemusatan latihan dilakukan lebih matang,” katanya.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, turut memberikan apresiasi atas upaya KONI dalam membina atlet di Papua. Ia menilai capaian atlet selama ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, organisasi olahraga, dan para atlet.
“Ke depan, perlu langkah-langkah strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga secara berkelanjutan, termasuk pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan organisasi,” ujarnya.
Christian juga menekankan pentingnya penetapan target prestasi yang jelas, termasuk upaya membawa Papua kembali masuk dalam peringkat 10 besar pada ajang PON mendatang.

Rakerprov KONI Papua 2026 diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan program konkret guna memperkuat sistem pembinaan olahraga serta meningkatkan daya saing atlet Papua di tingkat nasional maupun internasional.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?