JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Kota Jayapura secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) tingkat Kota Jayapura yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH., MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang Otsus merupakan wadah strategis dalam merumuskan program pembangunan yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura.
Ia menekankan agar seluruh usulan program yang telah dibahas tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi harus diwujudkan secara nyata dan tepat sasaran.
“Program yang telah disepakati dalam proses pembahasan pembidangan harus dijabarkan secara nyata sesuai prioritas kebutuhan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, lebih khusus lagi masyarakat Port Numbay, guna mendorong peningkatan kesejahteraan dari berbagai aspek pembangunan di Kota Jayapura,” tegasnya.

Keterangan Foto : Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, Saat Memberikan Sambutan Penutupan Musrenbang Otsus 2026 Di Jayapura. Dalam Arahannya, Beliau Menekankan Agar Seluruh Program Yang Disusun Harus Tepat Sasaran Dan Berpihak Pada Kebutuhan Masyarakat Port Numbay.
Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang Otsus 2026 yang telah dilakukan untuk ketiga kalinya secara terpisah dari Musrenbang RKPD reguler harus mampu menghadirkan perencanaan dan penganggaran yang lebih fokus, khususnya pada program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program yang dibiayai melalui dana Otsus wajib mengacu pada dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, Renstra, dan Renja tahunan, sehingga benar-benar menjadi prioritas yang tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari OPD, peserta, hingga panitia penyelenggara yang telah berkontribusi aktif selama proses Musrenbang berlangsung.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, menjelaskan bahwa Musrenbang Otsus diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya DPR Kota Jayapura, Bapperida Provinsi Papua, OPD pengelola dana Otsus, kepala kampung se-Kota Jayapura, serta tim pembahasan Otsus.

Keterangan Foto : Perwakilan OPD Melakukan Penandatanganan Berita Acara Hasil Pembahasan Musrenbang Otsus 2026 Disaksikan Oleh Wali Kota Dan Kepala Bappeda. Sinkronisasi Ini Memastikan Program Di Bidang Ekonomi, Sarana Prasarana, Dan Sosial Budaya Selaras Dengan Dokumen Perencanaan Daerah.
Ia memaparkan, dari total 380 usulan program dan kegiatan dengan nilai anggaran sebesar Rp204,16 miliar sebelum pembahasan, setelah melalui proses sinkronisasi dan penajaman, disepakati sebanyak 318 program/kegiatan dengan total anggaran sekitar Rp168,77 miliar.
Adapun rincian hasil pembahasan Musrenbang Otsus tingkat kota meliputi:
- Bidang Sarana dan Prasarana, dari 19 usulan dengan anggaran Rp12,8 miliar, disepakati menjadi 14 usulan dengan anggaran Rp28,78 miliar.
- Bidang Ekonomi, dari 49 usulan dengan anggaran Rp44,89 miliar, menjadi 48 usulan dengan anggaran Rp29,86 miliar.
- Bidang Sosial Budaya A, dari 41 usulan dengan anggaran Rp67,30 miliar, menjadi 36 usulan dengan anggaran Rp75,97 miliar.
- Bidang Sosial Budaya B, dari 271 usulan dengan anggaran Rp79,16 miliar, menjadi 220 usulan dengan anggaran Rp34,15 miliar.
Dengan berakhirnya Musrenbang Otsus 2026 ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap seluruh program yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Harapan tersebut terutama ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay, melalui pemanfaatan dana Otsus yang benar-benar pro terhadap kebutuhan masyarakat.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?