JAYAPURA, Nokenlive.com – Sebanyak 746 siswa di SD Tanjungria, Kota Jayapura, mulai merasakan manfaat program makan bergizi gratis sejak Maret 2026. Program unggulan Presiden Republik Indonesia ini dinilai membawa dampak positif, khususnya terhadap peningkatan kehadiran dan semangat belajar siswa.
Kepala Sekolah SD Tanjungria, Arif Sapto Pamungkas, mengatakan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 telah menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Jumlah penerima manfaat sebanyak 746 siswa mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).
Menurut Arif, program makan bergizi gratis memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas belajar siswa. Selain meningkatkan kehadiran, program ini juga membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi anak-anak yang tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“Dengan adanya makan bergizi gratis ini siswa sangat antusias untuk hadir ke sekolah dan rajin masuk kelas, dan juga membantu orang tua siswa ketika anak tidak sempat sarapan ke sekolah. Program makan bergizi gratis bisa menjawab kebutuhan pangan mereka,” ungkapnya.

Keterangan Foto : Kepala Sekolah Sd Tanjungria, Arif Sapto Pamungkas, Menunjukkan Menu Makanan Sehat Yang Disediakan Bagi Seluruh Siswa Kelas 1 Hingga 6. Program Unggulan Pemerintah Ini Terbukti Efektif Meningkatkan Kehadiran Siswa Di Sekolah Dan Meringankan Beban Ekonomi Orang Tua.
Ia menambahkan, peningkatan kehadiran siswa menjadi salah satu indikator nyata keberhasilan program tersebut.
“Dampak makan bergizi gratis ini sangat signifikan sekali, itu terlihat dari tingkat kehadiran siswa untuk rajin ke sekolah,” tuturnya.
Untuk diketahui, penyediaan makanan bagi siswa SD Tanjungria berasal dari SPPG Imbi, Jayapura Utara. Distribusi makanan dilakukan setiap hari sekitar pukul 08.00 WIT.
Arif berharap program ini dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan ke depannya, dengan tetap menjaga kualitas dan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Berharap supaya program makan bergizi gratis ini jangan berhenti, tetapi harus ditingkatkan. Lebih khusus pertahankan menunya jangan berubah, harus konsisten sesuai standar nilai gizi dari Badan Gizi Nasional,” pintanya.
Selain itu, Arif juga menanggapi rencana pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Ia menilai kebijakan tersebut sangat positif dan layak didukung.
“Sebagai guru, kebijakan tersebut sangat baik demi memproteksi anak didik dari berbagai hal, khususnya konten yang merusak sikap dan mental kepribadian anak didik yang masih di bawah umur,” terangnya.
Program makan bergizi gratis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan siswa, tetapi juga mendukung terciptanya generasi muda yang lebih fokus, sehat, dan berprestasi.
( Melviandres Pamanggori – Redaksi MR )





Apa komentar anda ?