JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Provinsi Papua dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, wilayah zona musim di Papua saat ini masih berada dalam periode penghujan, khususnya di Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi.
Hal tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Windy, saat ditemui wartawan di ruang pelayanan data BMKG Wilayah V Jayapura, Senin (23/3/2026).
Windy menjelaskan, wilayah Papua yang berada di luar zona musim memiliki tipe hujan monsunal, di mana curah hujan cenderung merata sepanjang tahun. “Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh angin monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat atau Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua. Kondisi tersebut bahkan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. “Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai),” jelasnya.
Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan. BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua Nugini yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi angin.
“Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar +13,1, kemudian terpantau juga adanya gelombang Low, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation. Selain itu, labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya proses konvektif di wilayah Papua, sehingga secara keseluruhan meningkatkan potensi terjadinya hujan,” paparnya.
Adapun prospek cuaca di Provinsi Papua untuk periode 23 hingga 29 Maret 2026 diperkirakan sebagai berikut:
23–24 Maret 2026: Cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Waropen, Mamberamo Raya, dan Kepulauan Yapen.

25–26 Maret 2026: Cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori.
27–29 Maret 2026: Cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kabupaten dan Kota Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, serta Supiori.
Di akhir keterangannya, Windy mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan serta potensi kilat/petir dan angin kencang. Kondisi geografis Papua yang didominasi lereng curam juga meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau durasi yang panjang. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di lereng gunung atau perbukitan disarankan lebih berhati-hati dan segera menjauhi daerah rawan longsor ketika hujan lebat terjadi,” tutupnya.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?