JAYAPURA, NOKENLIVE.com — Ribuan umat Muslim di Kota Jayapura melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M dengan penuh khidmat, aman, dan tertib. Salah satu titik pelaksanaan terpusat di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua, Komjen (Purn) Mathius D. Fakhiri, bersama masyarakat dari berbagai wilayah, khususnya Jayapura Utara. Tercatat, jumlah jamaah yang hadir mencapai hampir 1.000 orang dari sejumlah masjid di sekitar wilayah tersebut.
Bertindak sebagai khatib, Ustadz Dr. H. Muhamad Abdul Mukti, S.Ag., M.A., yang juga dosen Universitas Yapis Papua sekaligus Imam Masjid Angkasa Jayapura. Sementara itu, imam Sholat Idulfitri adalah Ustadz Muhamad Rum Rumadan.
Dalam khotbahnya, Dr. Haji Muhamad Abdul Mukti menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum spiritual yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim untuk kembali kepada kesucian.

“Idulfitri adalah momentum spiritual yang sangat dalam maknanya, untuk kita kembali kepada sebuah kesucian seperti sejak kita dilahirkan ke dunia sesuai kehendak Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga poin penting dalam memaknai Idulfitri, salah satunya adalah kembali kepada fitrah atau kesucian hati dan jiwa.
“Ada tiga point penting yang harus kita maknai dalam ibadah sholat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi salah satunya ialah kembali kepada fitroh atau fitri yang artinya kesucian hati atau kesucian jiwa kita,” terangnya.
Menurutnya, perjalanan puasa selama bulan Ramadan menjadi proses untuk mencapai kesucian tersebut. Sehingga, Idulfitri menjadi hari kemenangan yang dirayakan dalam suasana kebersamaan dan kedamaian setelah menahan lapar, haus, serta hawa nafsu selama sebulan penuh.

Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri usai pelaksanaan salat mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman di Papua.
“Hal pertama yaitu tetap menjaga toleransi di antara sesama umat Muslim yang ada di Papua, maupun dengan sesama umat yang non muslim lewat saling berkunjung dan tegur sapa satu sama yang lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar merayakan Idulfitri dengan penuh kesederhanaan dan tidak berlebihan.
“Yang berikut adalah kita harus tetap menjaga keamanan dan kebersamaan, dalam merayakan pesta pora di momen kemenangan yang fitri namun jangan berlebihan sehingga bermakna dan terasa sukacita dan kedamaian di Papua,” tegasnya.
Selain itu, Fakhiri menekankan pentingnya pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, agar tetap berjalan selama perayaan Lebaran.
“Pelayanan puskesmas dan rumah sakit harus tetap berjalan dengan baik untuk melayani masyarakat di Papua, dan apabila ada keluhan masyarakat harus segera ditangani karena saya akan melakukan monitoring ke lapangan bila terjadi masalah dalam pelayanan publik saat hari raya,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam beraktivitas, terutama bagi yang melaut atau berlayar, mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem dan potensi hujan yang tinggi.
Di tempat yang sama, Ketua Harian PHBI Provinsi Papua, Dr. Alwi Tianlean, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua atas dukungan fasilitas sehingga pelaksanaan salat berjalan lancar.
“Secara umum pelaksanaan sholat idulfitri 1447 H/2026 M berjalan aman dan lancar di halaman kantor Gubernur Papua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus masjid dan seluruh umat Muslim yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Adapun tema pelaksanaan Sholat Idulfitri tingkat Provinsi Papua tahun ini adalah “Di hari yang fitri, eratkan silaturahmi, raih keberkahan untuk kedamaian di Tanah Papua.”
Dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut, Gubernur Papua bersama keluarga turut mengundang masyarakat untuk bersilaturahmi di Gedung Negara Dok V Jayapura mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIT.
(Melviandres Pamanggori- Redaksi DA)





Apa komentar anda ?