WAMENA, NOKENLIVE.COM – Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (5/3/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Pegunungan Elai Giban yang mewakili Gubernur Papua Pegunungan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Pegunungan Alpius Yigibalom, perwakilan Kapolres, Ketua KNPI, Ketua HIPMI, pimpinan OPD terkait, serta para undangan lainnya.

Keterangan Foto : Asisten II Setda Papua Pegunungan Elai Giban memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan pengurus dan pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026–2030 di Wamena.
Ketua Koperasi KP3 terpilih, Simson Asso, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah mendukung pembentukan koperasi tersebut.
“Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pada kesempatan siang hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan pelantikan pengurus dan pengawas koperasi. Ini merupakan langkah awal untuk melanjutkan visi dan misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Asso.
Ia menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah yang diberikan serta mendukung program pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah daerah.

Keterangan Foto : Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menandatangani berita acara pelantikan pengurus dan pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) disaksikan para pejabat daerah dan tamu undangan.
“Saya adalah alat untuk melanjutkan visi dan misi pemerintah daerah. Saya siap melaksanakan tugas dan amanah yang telah diberikan kepada saya dengan pengawasan dari Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Asisten II, dan Dinas Koperasi dan UMKM,” katanya.
Menurut Asso, koperasi yang dipimpinnya akan menjadi wadah bagi para petani dan pelaku usaha lokal untuk memasarkan hasil produksi mereka.
“Kami siap menampung komoditi unggulan seperti kopi, sayur-mayur, biji-bijian, kacang, bawang hingga telur. Koperasi ini hadir sebagai solusi agar masyarakat tidak lagi menjual hasil usahanya di jalan-jalan, tetapi melalui sistem yang terorganisir,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh stakeholder, baik dari BUMN, BUMD maupun sektor swasta untuk berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Saya membutuhkan dukungan semua pihak, baik BUMN, BUMD, maupun para pengusaha. Kita akan membuka kerjasama untuk menampung komoditi unggulan Papua Pegunungan dan melakukan ekspor maupun distribusi ke berbagai daerah seperti Biak, Timika, dan Merauke,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Pegunungan Elai Giban menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus dan pengawas koperasi yang baru dilantik.

Keterangan Foto : Asisten II Setda Papua Pegunungan Elai Giban menyerahkan dokumen keputusan pelantikan kepada Ketua KP3 Simson Asso sebagai tanda resmi pengukuhan pengurus Koperasi Provinsi Papua Pegunungan periode 2026–2030.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang telah resmi menerima amanah sebagai pengurus dan pengawas koperasi. Ini bukan tugas yang ringan, karena dibutuhkan integritas, profesionalisme, transparansi serta komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Pegunungan,” tegasnya.
Ia berharap koperasi tersebut dapat dikelola secara profesional serta mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Kami berharap pengurus yang baru dilantik dapat mengelola koperasi secara akuntabel, meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat peran koperasi dalam mendukung UMKM, serta membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan koperasi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin koperasi di daerah ini tumbuh sehat, mandiri dan berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi daerah,” katanya.
Dalam kesempatan wawancara, Elai Giban menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Provinsi Papua Pegunungan bertujuan untuk membantu menekan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Keterangan Foto : Pengurus dan pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026–2030 berfoto bersama usai pelantikan yang digelar di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Tujuan pembentukan koperasi ini adalah untuk menekan inflasi yang cukup tinggi di Papua Pegunungan dengan mengembangkan potensi lokal seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa koperasi tersebut juga akan berperan menampung dan memasarkan hasil produksi masyarakat dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.
“Koperasi ini akan menampung hasil produksi masyarakat dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Selain untuk pasar lokal, ke depan juga akan kita dorong hingga ekspor ke daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Pegunungan Alpius Yigibalom menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam rantai ekonomi masyarakat.
“Koperasi itu punya kewajiban menampung hasil produksi masyarakat. Pertanian menanam, koperasi menampung, dan perdagangan memikirkan pemasaran. Dengan kolaborasi ini kita bisa membangun ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga memastikan pemerintah akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan koperasi di Papua Pegunungan.
“Kami siap berkolaborasi dengan berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perdagangan dan ekonomi agar koperasi ini benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ketua KP3 Simson Asso menambahkan bahwa koperasi yang dipimpinnya akan fokus pada penguatan sektor pertanian dan pemasaran hasil bumi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh petani di Papua Pegunungan, khususnya di Jayawijaya, untuk tidak ragu. Koperasi siap menampung hasil pertanian seperti sayur-mayur, kopi, jagung dan komoditas lainnya. Ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha mereka,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi nantinya akan membeli hasil produksi masyarakat dan kemudian mendistribusikannya ke berbagai daerah.
“Koperasi akan membeli hasil dari masyarakat, kemudian kami akan memasarkan dan melakukan ekspor maupun distribusi ke daerah lain,” tutupnya.
(Tundemin – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?