NABIRE, NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pengembangan pendidikan, termasuk pendidikan teologi. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda dan peringatan Dies Natalis ke-1 Sekolah Tinggi Teologi Yusuf Makai (STTYM) Nabire, yang digelar pada Selasa (03/02/2026) siang di Aula Balai Kampung Kali Semen SP 2, Distrik Nabire Barat.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Dr. Zakarias F. Marey, S.Sos., MT, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada STTYM Nabire atas terselenggaranya wisuda perdana sekaligus peringatan satu tahun berdirinya institusi tersebut. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan ucapan selamat kepada 13 wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan studi.
“Momentum wisuda dan Dies Natalis ini bukan hanya menandai keberhasilan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi tonggak penting perjalanan STTYM sebagai lembaga pendidikan tinggi teologi yang berkomitmen membentuk SDM yang beriman, berkarakter, dan berintegritas bagi pembangunan Papua Tengah,” ujar Zakarias Marey dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua Tengah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga menitikberatkan pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan teologi seperti STTYM Nabire dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin rohani dan pelayan masyarakat yang berwawasan kebangsaan serta mencintai tanah Papua.
Sejalan dengan visi Papua Tengah yang cerdas dan sejahtera, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan pendidikan gratis serta memberikan bantuan biaya studi bagi putra-putri daerah, khususnya Orang Asli Papua (OAP), baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun di luar Papua.
“Kami juga memberikan dukungan khusus bagi lembaga pendidikan keagamaan dan sekolah teologi, karena kami percaya hamba Tuhan yang terdidik adalah pilar moral bagi kemajuan daerah,” jelasnya.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan di STTYM Nabire terus meningkat dan para orang tua tidak ragu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Zakarias Marey berpesan agar gelar akademik yang telah diraih menjadi awal pengabdian di tengah gereja, masyarakat, bangsa, dan negara. Ia mengajak para lulusan untuk menjadi terang dan garam dunia dengan membawa nilai kasih, kejujuran, kedamaian, serta keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Papua yang majemuk.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua dan Anggota Senat STTYM, Ketua STTYM beserta seluruh civitas akademika, para pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua atau wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.

Di akhir sambutan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap STTYM Nabire terus bertumbuh dan berkembang dengan meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Tengah.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?