JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Kepergian almarhum Metu Duaramuri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Persipura Jayapura. Bagi Kapten Persipura Jayapura, Boas Teofilus Erwin Solossa, almarhum bukan sekadar bagian dari tim kepelatihan, melainkan sosok orangtua yang selama ini membimbing dan menguatkan para pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Hal tersebut disampaikan Boas Solossa saat prosesi pelepasan jenazah almarhum Metu Duaramuri yang berlangsung di GOR Cenderawasih APO, Jayapura, Minggu (1/2/2026).
“Sosok almarhum bapak Metu Duaramuri dalam tim Persipura Jayapura bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai orangtua bagi kami anak-anak yang ada di tim Persipura Jayapura, secara khusus bagi saya pribadi,” ujar Boas dengan suara penuh haru.

Boas juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum karena proses pelepasan jenazah harus menunggu kehadiran tim Persipura Jayapura.
“Kepada keluarga kami mohon maaf karena harus menunggu tim Persipura hingga hari ini baru pelepasan almarhum bapak Metu Duaramuri,” ucapnya.
Menurut Boas, sepanjang hidupnya almarhum mendedikasikan diri sepenuhnya untuk Persipura Jayapura.
“Kehidupan almarhum bapak Metu Duaramuri selama hidup hanya bersama tim Persipura Jayapura,” ungkap Boas.
Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh tim Persipura Jayapura, Boas menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada almarhum dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar tetap diberi kekuatan dan keteguhan hati.
Dalam kesempatan itu, Boas juga mengenang pesan sederhana namun penuh makna yang kerap disampaikan almarhum kepadanya menjelang pertandingan.
“Ada satu hal yang pernah dikatakan almarhum kepada saya sebelum bertanding. Ia mengatakan, ‘Boas, besok main pasti menang,’ dan itu nyata terbukti tim Persipura menang,” tuturnya.
Ketika Boas bertanya alasan keyakinan tersebut, almarhum menjawab dengan penuh ketulusan.
“Jawabannya, ‘Saya sudah doakan tim kita.’ Inilah pesan dan kesan yang sangat saya ingat selama bapa Metu Duaramuri masih hidup dan menjadi bagian dari Persipura,” kata Boas.
Sementara itu, Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, kepada NOKENLIVE.com mengatakan bahwa almarhum Metu Duaramuri merupakan sosok penting dalam sejarah sepak bola Papua dan Indonesia.
“Sosok bapak Metu Duaramuri adalah pembuat sejarah dan pelaku sejarah di Indonesia dan Papua. Beliau sosok yang murah senyum, humoris, dan sangat dekat dengan Sang Pencipta serta taat beribadah. Almarhum juga menjadi pendoa di dalam tim Persipura apabila tidak ada pendeta,” jelas Benhur.
Ia menegaskan bahwa Persipura kehilangan figur besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa.
“Kita kehilangan pemain legenda timnas dan Persipura yang luar biasa, baik di dalam tim Persipura maupun di tengah sepak bola Indonesia,” ucapnya.
Benhur berharap nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhum dapat terus diteladani oleh seluruh pemain dan ofisial Persipura Jayapura.
“Harapan kami, tim Persipura terus meneladani sosok almarhum dengan tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan di dalam tim dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?