JAYAPURA,NOKENLIVE.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal K.M. Bintang Laut yang tenggelam di Perairan Arafura, tepatnya di pesisir Torasi, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dilakukan secara intensif oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Merauke bersama tim SAR gabungan.
Memasuki hari kedua operasi, Kamis (22/1/2026), tim SAR berhasil mengevakuasi 12 orang korban selamat dan 1 orang korban meninggal dunia. Pada pukul 12.00 WIT, kapal K.M. Eka Jaya Makmur 1 tiba di Pelabuhan Kumbe dengan membawa para korban untuk selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Kumbe guna mendapatkan penanganan medis.
Sebelumnya, seluruh korban dievakuasi dari tengah laut menggunakan K.M. Bintang Sotong, kemudian dipindahkan ke K.M. Eka Jaya Makmur 1 setibanya di muara Sungai Kumbe sebelum akhirnya bersandar di dermaga.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran permukaan laut seluas 1,204 nautical mile persegi (Nm²) atau sekitar 3,1 kilometer persegi untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Namun, pada pukul 15.00 WIT, kegiatan pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi gelombang laut yang tinggi dan membahayakan keselamatan personel.
Data Korban
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut daftar korban kecelakaan kapal K.M. Bintang Laut:
Korban Selamat (12 Orang):
- Setiawan2
- Apan Supandi
- Asep Purnama Sidik
- Ujang Ramdani
- Sawon
- Abdullah
- Heriawan
- Supriyono
- Dedi Sukanto
- Ahmad Idwar Juarsi
- Achmad Dicki Dermawan
- Rudiono
Korban Meninggal Dunia (1 Orang):
13. Asep Roslana
Korban Belum Ditemukan (6 Orang):
14. Muhammad Rifai
15. Syahrul Ramdani
16. Lukman Hidayat
17. Sabriansyah
18. Tri Pandu Novianto
19. Dede Insan Permana
Unsur SAR dan Kondisi Cuaca
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kansar Merauke, Stasiun Radio Pantai Merauke, KSOP Merauke, Kodaeral XI Merauke, Bakamla Merauke, Kementerian Kelautan dan Perikanan Merauke, Satrol Kodaeral XI Merauke, serta Satpolairud Polres Merauke.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan dengan tinggi gelombang mencapai 1,50 hingga 2,75 meter. Meski demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Pernyataan Resmi
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, S.E., M.M., menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus diintensifkan.
“Kami terus berupaya melakukan pencarian meskipun menghadapi kendala cuaca yang kurang bersahabat di wilayah Papua Selatan. Besok operasi SAR akan kembali dilanjutkan dengan menurunkan peralatan air lainnya, karena area pencarian akan kami perluas,” ujar Rudi.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 apabila mengetahui atau mengalami kejadian darurat maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?