WAMENA,NOKENLIVE.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, menyerukan agar Kabupaten Yahukimo dikembalikan pada kondisi damai dan sejahtera seperti sebelumnya. Seruan itu disampaikan saat wawancara khusus di ruang kerjanya di Wamena, Kamis (22/1/2026), dimana terkait dengan kunjungan kerjanya ke daerah yang disebutnya sebagai rumah dan tanah kelahiran.
“Begitu kami hadir di Kabupaten Yahukimo sebagai rumah semula dan tanah tempat kami lahir, rasa bahagia itu sangat besar,” ujar Ones Pahabol mengawali keterangannya.
Ones mengungkapkan, selama tiga malam berada di Yahukimo, ia melihat banyak hal penting yang perlu disampaikan kepada masyarakat luas. Sebagai tokoh yang pernah memimpin Yahukimo selama 10 tahun, ia mengaku sangat memahami karakteristik daerah tersebut, termasuk keberagaman 12 suku yang ada.
“Saya tahu persis Yahukimo, karena saya adalah pioner. Saya senior mereka, kepala suku, dan orang tua bagi mereka. Saya mempersatukan semua suku menjadi satu komunitas rumpun besar, dengan harapan masa depan mereka di semua lini bisa lebih baik,” tegasnya.
Dalam pertemuannya dengan masyarakat, Ones mengaku bahagia karena dapat bertemu kembali dengan generasi lama maupun generasi baru. Namun, ia juga menangkap adanya persoalan serius yang kini dihadapi masyarakat Yahukimo, terutama terkait rasa aman, akses ekonomi, dan kesempatan hidup yang layak.

“Pemerintah jangan terlambat melihat kondisi masyarakat. Mereka harus mendapat peluang seluas-luasnya. Mereka tidak boleh dihimpit situasi dan kondisi, dan tidak boleh hidup dalam ketakutan,” katanya.
Ones menekankan bahwa Yahukimo Damai Sejahtera bukan sekadar slogan, melainkan sebuah nilai yang ia gagas sendiri dan harus diwujudkan secara nyata. Menurutnya, saat ini makna damai sejahtera itu mulai memudar.
“Ada yang menyapa dengan Damai Sejahtera, tapi di sisi lain ada masyarakat yang hidupnya terdesak karena ekonomi yang sangat susah,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi masyarakat yang memiliki tanah dan hutan yang luas, namun tidak lagi bebas memanfaatkannya untuk mencari nafkah. Padahal, saat ia menjabat sebagai bupati, masyarakat Yahukimo hidup dari alam secara mandiri.
“Dulu masyarakat berburu sampai jam satu malam. Hutan itu saya sebut sebagai supermarket mereka. Mereka belanja di hutan, lalu keluar membawa hasil. Tapi hari ini julukan itu sudah jauh dari harapan,” ungkap Ones.
Sebagai Wakil Gubernur Papua Pegunungan sekaligus perpanjangan tangan pemerintah pusat, Ones meminta agar semua pihak, termasuk aparat keamanan, mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan sesuai amanat undang-undang.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, pendekatan kepada masyarakat harus dengan persuasi, bukan tekanan. Supaya masyarakat Yahukimo bisa menikmati hidupnya dengan layak,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena munculnya ketergantungan masyarakat yang hanya berharap bantuan uang, akibat hilangnya rasa aman dan kesempatan kerja.
“Banyak kelompok dan suku hari ini hanya datang minta uang. Ini karena damai sejahtera itu hilang secara nyata,” ujarnya.
Ones mengajak generasi muda Yahukimo untuk bangkit dan memanfaatkan potensi yang ada. Menurutnya, banyak anak muda lulusan S1 dan S2 yang masih menganggur karena tidak adanya ruang dan rasa aman untuk bekerja.
“Pemuda punya potensi bagus, tapi tidak digunakan. Mereka hanya duduk dan berpikir uang datang dari mana. Padahal kebun mereka besar dan peluang itu ada,” katanya.
Ia juga menyinggung polemik kelapa sawit yang dinilainya tidak selalu memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat, sehingga perlu dikembangkan usaha-usaha alternatif berbasis potensi lokal.
Lebih lanjut, Ones menekankan pentingnya sinergi semua elemen, mulai dari pemerintah, adat, hingga gereja, untuk menjaga ketenangan masyarakat.
“Pemerintah jaga masyarakat dengan baik. Adat jaga masyarakat. Gereja juga jaga umat. Karena ketenangan itu kunci supaya ekonomi bisa berjalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ones juga mendorong pemulihan akses transportasi udara, khususnya penerbangan Trigana dari Yahukimo ke Wamena dan Pegunungan Bintang, agar kembali beroperasi secara rutin.
“Kalau akses penerbangan lancar, Yahukimo bisa kembali seperti dulu. Hubungan ekonomi dan sosial akan hidup,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ones menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mengembalikan Yahukimo sebagai daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
“Yahukimo harus dikembalikan dengan ketenangan dan kesejahteraan. Masyarakat harus bebas bekerja di kebun, tinggal di rumah tanpa rasa takut. Itu pesan kami,” tutupnya.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?