PANIAI,NOKENLIVE.com – Hari istimewa kelahiran Yesus Kristus 25 Desember dan selebrasi tahun baru 2026 masih begitu terasa hingga Januari 2026. Dari Gedung Olahraga Odiyai Pudotadi Paniai alunan musik rohani menggema membahana. Lantunan puji-pujian Natal mengalun lembut, berpadu dengan sorak sukacita ribuan jemaat yang datang membawa harapan baru. Suasana penuh damai dan kegembiraan itu menandai berlangsungnya Ibadah Natal Lepas Sambut Tahun Baru 2026 Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, Kamis (15/01).

Ibadah bersama ini menjadi momentum rohani sekaligus kebersamaan lintas institusi. Mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Dengan Sukacita Natal Kita Bersatu dalam Bingkai Kekeluargaan Membangun Kabupaten Paniai yang Lebih Baik”, perayaan ini mengajak seluruh umat untuk menjadikan Natal sebagai titik awal membangun kehidupan keluarga dan daerah yang lebih harmonis. Tema tersebut diangkat dari Injil Matius pasal 1 ayat 21 hingga 24.

Dalam renungan firman, Pendeta E.T. Leonardo Wairara menegaskan empat prinsip utama agar Allah benar-benar hadir menyelamatkan keluarga. Pertama, percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kedua, percaya kepada Firman Tuhan. Ketiga, percaya bahwa Tuhan selalu hadir menolong umat-Nya. Dan keempat, hidup taat kepada perintah Tuhan.

“Kalau empat hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka persatuan dalam keluarga akan terbangun, dan dari keluarga yang kuat itulah Paniai yang lebih baik bisa terwujud,” ungkapnya. Ia menambahkan, tanpa kehadiran Allah dalam setiap keluarga, pembangunan daerah akan kehilangan fondasi rohaninya.
Ketua Panitia, Yuliana R. Patandianan, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Paniai Nomor 401 Tahun 2025 tentang Panitia Natal Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan Masyarakat Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sejalan dengan visi misi daerah, yakni membangun Paniai yang beriman serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Momen bersejarah di awal tahun ini turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, serta Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Silwanus A. Soemoele.

Dalam sambutannya, Silwanus A. Soemoele menekankan bahwa tantangan pembangunan di Provinsi Papua Tengah tidaklah mudah. Dinamika sosial yang kompleks, persoalan ekonomi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi menjadi ujian bersama. Namun, ia optimis bahwa dengan persatuan delapan kabupaten di Papua Tengah, semua tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat Kabupaten Paniai yang telah menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial. “Sinergitas ini harus terus dirawat dan diperkuat agar Papua Tengah semakin maju dan damai,” ujarnya.
Menurutnya, ibadah Natal dan lepas sambut Tahun Baru ini menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, serta menyusun langkah baru dengan semangat yang diperbarui. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk membangun daerah dengan hati yang tulus, kerja yang jujur, dan pelayanan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Bupati Paniai, Yampit Nawipa, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menegaskan bahwa ASN harus bekerja dengan hati, bukan sekadar formalitas. Bupati Yampit menyampaikan keprihatinannya terhadap masih adanya pegawai yang jarang masuk kantor namun tetap menerima gaji dan tunjangan.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan keamanan daerah. Bupati meminta masyarakat untuk tidak takut dan tetap menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat non-organik di Paniai semata-mata menjalankan tugas negara dan akan kembali setelah tugas selesai. “Mari kita saling mendoakan agar daerah ini tetap aman dan damai,” pesannya.
Toleransi antarumat beragama juga menjadi perhatian utama. Bupati Yampit mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati waktu dan ruang ibadah, termasuk pengaturan volume pengeras suara rumah ibadah yang berdekatan, agar tidak saling mengganggu kekhusyukan beribadah.
Menjelang penutupan acara, suasana kembali dipenuhi sukacita saat panitia turut merayakan Hari Ulang Tahun Bupati Paniai Yampit Nawipa yang ke-37, bertepatan dengan tanggal pelaksanaan kegiatan, 15 Januari 2026. Wakil Bupati Paniai, Ham Yogi, mewakili masyarakat menyampaikan ucapan selamat dan doa agar kepemimpinan Bupati Yampit senantiasa diberkati Tuhan.

“Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah kepemimpinan, membawa Paniai menuju hari esok yang lebih cerah, Awetako Enaa Agapida,” ungkapnya penuh harap.
Perayaan Natal dan lepas sambut Tahun Baru 2026 ini pun menjadi simbol kuat persatuan, iman, dan harapan baru bagi masyarakat Paniai—melangkah bersama membangun daerah dalam terang kasih Kristus.
(Redaksi DA)







Apa komentar anda ?