SENTANI, NOKENLIVE.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp1 miliar di 2026, untuk memperkuat peningkatan kompetensi serta memperluas penempatan kerja bagi pencari kerja Orang Asli Papua (OAP).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura Idris Taba melalui rilisnya (Sabtu 17/1/2026) mengatakan, analisis data ketenagakerjaan menunjukkan peluang kerja masih terbuka, meskipun tingkat pengangguran terbuka relatif tinggi akibat ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
“Masalah kita selama ini adalah kompetensi pencari kerja belum sesuai kebutuhan perusahaan, sehingga pemerintah harus hadir menyiapkan sumber daya manusia OAP yang benar-benar siap kerja,” kata Idris Taba.
Melalui dana Otsus 2026, Disnakertrans Kabupaten Jayapura memprioritaskan pelatihan berbasis kompetensi sesuai kebutuhan sektor telekomunikasi, kelistrikan, dan jasa, sehingga lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk langsung terserap dunia kerja.
Selain itu, pemerintah daerah menggelar pelatihan kewirausahaan dalam bentuk pekan vokasi selama tiga hari dengan melibatkan UMKM kreatif OAP.
“Kami ingin membuka pola pikir bahwa bekerja tidak harus selalu jadi pegawai, tetapi juga bisa menciptakan usaha,” ujarnya.
Program lain mencakup magang kerja di perusahaan agar pencari kerja OAP memperoleh pengalaman langsung, meningkatkan etos kerja, serta memperbesar peluang direkrut menjadi tenaga kerja tetap sesuai kebutuhan industri dan dunia usaha di daerah.
Disnakertrans Jayapura juga memperkuat perlindungan tenaga kerja OAP dalam menghadapi perselisihan hubungan industrial.
“Kami ingin tenaga kerja OAP merasa aman bekerja dan risiko pemutusan hubungan kerja bisa ditekan semaksimal mungkin,” kata Idris Taba.
Pemerintah daerah turut mendorong sosialisasi dan pemanfaatan aplikasi Siap Kerja Online Kementerian Ketenagakerjaan, karena masih banyak pencari kerja OAP belum mengakses program nasional seperti Karir Hub, Magang Hub, dan Skill Hub.
Sebagai puncak kegiatan, pemerintah daerah akan menggelar pasar kerja atau job fair 2026.
“Kami menargetkan pengangguran terbuka bisa ditekan di bawah lima persen, terutama lulusan SMA dan SMK,” ujar Idris Taba.
(Redaksi – DA)





Apa komentar anda ?