ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Mei 7, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Festival Media Papua Dorong Literasi Media Sosial Sehat dan Beretika

Festival Media Papua Dorong Literasi Media Sosial Sehat dan Beretika

Oleh : Nokenlive
14 Januari 2026
Di Kabar Daerah, Nasional, Papua Pegunungan, PAPUA SELATAN, Papua Tengah, Politik dan Pemerintahan, Provinsi Papua
0
Festival Media Papua Dorong Literasi Media Sosial Sehat dan Beretika

Foto : Hubertus. Keterangan Foto : Hendrina Dian Kandipi, Sebagai Pemateri Utama Yang Membahas Peran Media Sosial Dalam Kerja Jurnalistik Dan Kehidupan Masyarakat Papua, Dalam Ajang Festival Media Se Papua 2026.

NABIRE, NOKENLIVE.COM – Festival Media se-Tanah Papua yang digelar di Nabire, Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026, menjadi ruang edukasi strategis bagi jurnalis dan pelajar dalam memahami pengelolaan media sosial yang sehat, efektif, dan beretika di era digital.

Kegiatan yang digagas oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini menghadirkan Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Papua, Hendrina Dian Kandipi, sebagai pemateri utama yang membahas peran media sosial dalam kerja jurnalistik dan kehidupan masyarakat Papua.

Dalam pemaparannya, Hendrina menegaskan bahwa media sosial seharusnya tidak digunakan sebagai sarana provokasi, melainkan sebagai alat untuk membangun narasi damai serta memberikan pemahaman yang utuh tentang Papua.

“Media sosial jangan dijadikan pemantik konflik. Justru di situlah peran jurnalis untuk menghadirkan narasi damai, memberikan informasi yang berimbang, dan menunjukkan bahwa Papua tidak hanya soal konflik, tetapi juga memiliki banyak potensi,” ujar Hendrina.

Ia mengungkapkan, banyak konflik yang berkembang di Papua berawal dari informasi di media sosial yang tidak terkelola dengan baik. Oleh karena itu, jurnalis dituntut mampu menyajikan konten yang tidak menjadi trigger (pemicu-red) konflik, tetapi justru berfungsi mengedukasi publik.

Menurut Hendrina, tantangan lain yang kini dihadapi adalah kecanduan media sosial, yang tidak hanya dialami pelajar, tetapi juga kalangan pekerja, termasuk jurnalis.

“Kadang kita sebagai jurnalis juga kecanduan media sosial. Padahal, ruang digital ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat,” katanya.

Bahkan, ia mengusulkan agar ke depan pemerintah dapat mempertimbangkan program rehabilitasi kecanduan media sosial dengan melibatkan tenaga psikologi, ahli teknologi informasi, serta peran keluarga dalam proses pembinaan.

Dalam sesi diskusi, Hendrina juga mengapresiasi antusiasme para pelajar yang mengikuti Festival Media se-Tanah Papua. Ia menilai, rasa ingin tahu pelajar terhadap pengelolaan media sosial justru lebih tinggi dibandingkan sebagian jurnalis.

“Anak-anak sekolah ini sangat antusias belajar membuat konten yang baik. Ini menjadi pengingat bagi jurnalis agar terus meng-upgrade diri dan tidak tertinggal di era digital,” ujarnya.

Hendrina berharap Festival Media se-Tanah Papua dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang berbagi pengetahuan, inovasi, serta peningkatan kapasitas insan pers di Papua.

“Ini festival pertama, tentu ada kekurangan. Tapi ke depan harus terus dilanjutkan, mungkin di daerah Papua lainnya, agar literasi media dan penggunaan media sosial yang sehat semakin meluas,” pungkasnya.

Festival Media se-Tanah Papua diharapkan mampu melahirkan generasi jurnalis dan pelajar yang cakap bermedia, kritis terhadap informasi, serta berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan beretika di Tanah Papua.

(Hubertus Gobai – Redaksi MR)

Tags: Asosiasi Wartawan Papua (AWP)Festival Media 2026
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

1.156 Siswa SMPN 1 Jayapura Akhirnya Nikmati Makan Bergizi Gratis di Awal 2026

Berita Selanjutnya

Viktor Mambor: “Jurnalis Papua Harus Jadi Pemain Utama di Tanah Sendiri, Bukan Penonton”

Berita Terkait

Kejari Jayapura Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara, Didominasi Kasus Narkoba dan Kekerasan
Hukum dan Kriminal

Kejari Jayapura Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara, Didominasi Kasus Narkoba dan Kekerasan

Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 4 Jayapura Tembus Universitas di Hongkong dan PTN Favorit
Nasional

Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 4 Jayapura Tembus Universitas di Hongkong dan PTN Favorit

Realisasi Fisik Pemkot Jayapura Capai 31,50 Persen, Wali Kota Warning OPD Lamban
Politik dan Pemerintahan

Realisasi Fisik Pemkot Jayapura Capai 31,50 Persen, Wali Kota Warning OPD Lamban

Jelang Laga Penentuan Kontra Adyaksa, Persipura Kehilangan Arthur Vieira
Nasional

Jelang Laga Penentuan Kontra Adyaksa, Persipura Kehilangan Arthur Vieira

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua