JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Dalam kunjungan kerja Wakapolri Komjen Pol, Dedi Prasetyo, SH di Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa, (9/12/2025).
Wakapolri didampingi Kepala Badan Pangan Nasional, sekaligus Menteri Pertanian RI berkesempatan secara simbolis melakukan pelepasan penyaluran beras SPHP secara serentak di Wilayah Papua.
Pelepasan secara serentak tersebut, ditandai dengan mengangkat bendera start berlangsung di depan halaman parkir utama Gedung Mapolda Papua di Kampung Koya Koso, Muara Tami Kota Jayapura.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo SH,M.hum kepada media usai pelepasan mengatakan, akan menjawab kebutuhan pangan bagi warga masyarakat di Papua, secara khusus jelang memasuki hari raya Natal maupun Tahun baru nantinya.
Lanjutnya, selain beras SPHP ada juga penyaluran minyak goreng merek Minyakita oleh Kementerian Perdagangan RI sehingga masyarakat tak perlu kuatir akan ketersediaan bahan pokok baik beras maupun minyak goreng dalam menghadapi hari raya keagamaan khususnya Natal dan Tahun Baru nantinya,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian RI, Andi Arman Sulaiman mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas dan kolaborasi antara para pihak baik Pemerintah, TNI dan Polri juga para petani. Sehingga acara ini dapat dilaksanakan yakni penyaluran beras SPHP di Wilayah Hukum Polda Papua.
“Semoga kedepan kesejahteraan dari petani kita meningkat dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya yakni pangan murah dan bisa terjangkau tentunya,” katanya.
Ditambahkannya, saat ini pihaknya memiliki beras SPHP sekitar 1.200 Ton dan sangat cukup sekali. Target kami kedepan cetak sawah yang berkordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bapak Gubernur Papua. Karena di Tahun ini dialokasikan untuk Papua 20 ribu hektar, sedangkan kalau untuk wilayah Papua keseluruhan di tambah daerah otonomi baru sekitar 100 ribu hektar lahan sawah dengan nilai anggaran yang disediakan 3 Triliun,”tuturnya Kepala Bapanas.
“kita syukuri ditengah situasi paceklik saat ini malah terjadi deplasi dan bukan alami inflasi untuk ketersediaan pangan khususnya beras,” ujarnya.
Ditempat yang sama dalam laporannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, SH,M.Si menjelaskan bahwa untuk persediaan beras SPHP sebagai beras cadangan pemerintah di wilayah Papua sebagai berikut:
1. Papua sebanyak 287 Ton
2. Papua Pegunungan 160 Ton
3. Papua Selatan 140 Ton
Sambungnya, Renwarin untuk total beras SPHP yang disalurkan sebanyak 4. 634 Ton. Selanjutnya dilakukan penyaluran akan ditampung di 6 gudang bulog. Lalu akan disalurkan ke wilayah Papua melalui jalur darat, udara, juga perairan laut.
Lanjutnya, beras SPHP tersebut akan ditampung dahulu di 15 gudang vilial milik bulog di tiga provinsi yang ada di Papua.
“lewat kegiatan pasar murah, dipastikan penyaluran beras SPHP tersebut melalui mitra pedagang yang resmi di Papua,” jelasnya.
Kemudian, Kata Kapolda Papua harga beras SPHP ini untuk encerannya 13.500/kg. Sedangkan per karung ukuran 5 kilogram seharga Rp. 67.500,.
Kapolda Papua juga tegaskan potensi penyimpangan pasti ada dengan dinamika pasar. Untuk itu akan diawasi oleh tim pengendali dari Polda Papua. “kita telah meminta anggota intelejen untuk menyelidiki oknum yang bekerja digudang dalam memainkan harga beras dengan curang dan pasti akan diselidiki dan ditindak tegas,” cetusnya.
Diharapkan melalui penyaluran beras SPHP hari ini, masyarakat yang berada di wilayah 3 T di Papua, akan merasakan kepastian harga beras yang terjangkau dan layak, serta merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan kehidupan yang lebih baik.
“Semoga program ini dapat meringankan beban hidup masyarakat kita, dan harapannya bisa terus berlanjut,” tutupnya.
Turut hadir juga Gubernur Papua, Wakil Gubernur Papua, Majelis Rakyat Papua, Wakapolda Papua, Kodam XVII Cenderawasih, Kodaeral, Irwasda Polda Papua, Kabinda Papua, Kejati Papua, Bulog Wilayah Papua juga Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Papua. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?