JAYAPURA, NOKENLIVE.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 88.000 warga Kota Jayapura telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, mengungkapkan capaian itu menjadikan Kota Jayapura sebagai daerah dengan pelaksanaan CKG tertinggi di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Tanah Papua.
“Untuk wilayah Indonesia Timur, Kota Jayapura berada di urutan teratas dalam pelaksanaan program CKG,” ujar drg. Juliana kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 tingkat Kota Jayapura, Selasa (12/11/2025).
Menurut Juliana, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis, penyakit paling dominan yang ditemukan adalah malaria dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Malaria dan ISPA menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga berdasarkan hasil pemeriksaan program CKG di Kota Jayapura,” jelasnya.
Selain kedua penyakit tersebut, program CKG juga menemukan kasus asam urat, hipertensi, kolesterol tinggi, serta kadar gula darah yang tidak normal.
Juliana menambahkan, khusus untuk penderita ISPA, data per Oktober 2025 menunjukkan angka kasus mencapai sekitar 90.000 jiwa. Ia menjelaskan, tingginya kasus ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pola hidup yang kurang bersih dan sehat, kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang baik, serta asupan gizi yang tidak seimbang.
“Untuk menekan angka kasus ISPA dan penyakit lainnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor — mulai dari pemerintah, swasta, lembaga terkait hingga masyarakat — agar tercipta masyarakat Kota Jayapura yang sehat dan produktif,” harap Juliana.
Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Jayapura berkomitmen melanjutkan dan memperluas jangkauan program CKG sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. (Melviandres Pamanggori/ Redaksi DA)





Apa komentar anda ?