JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Swadaya Pelajar dan Mahasiswa RPM Simapitowa resmi digelar di Kota Jayapura, Sabtu (17/10/2025).
Kegiatan ini menjadi tanda semangat dimulainya kembali rencana besar yang sempat tertunda sejak tahun 2007 membangun tempat tinggal layak sekaligus pusat pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa asal wilayah Simapitowa.
Kepala Suku Besar Wilayah Simapitowa, Fabianus Tebai, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata menuju masa depan generasi muda Simapitowa di tempat menambah ilmu.
“Kalau sudah ada peletakan seperti begini, berarti sudah awal hari untuk kita memulai pembangunan. Saya mau semua masyarakat dan intelektual asal Simapitowa terlibat dan terus mendukung sampai asrama ini benar-benar selesai,” ujarnya.
Kepala suku Tebai menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk beberapa koordinator wilayah (korwil) untuk memantau dan mengoordinasikan proses pembangunan. Korwil Jayapura dipercayakan kepada Apedius I. Mote, Korwil Nabire Petrus Degei, dan Korwil Dogiyai Abner Semu. Sementara itu, wilayah Timika, Kaimana, dan Wamena masih akan dipastikan kemudian.
Ia berharap pembangunan asrama bisa berjalan cepat dan rampung pada bulan yang sama tahun depan, 2026.
“Semua pihak harus kerja, kerja, dan kerja. Bila perlu, tahun depan di bulan yang sama kita sudah bisa resmikan,” katanya penuh semangat.
Tebai juga menambahkan, pembangunan asrama bukan hanya soal membangun gedung, tetapi juga membangun kesadaran dan semangat kebersamaan di antara masyarakat Simapitowa yang tersebar di berbagai daerah.
“Untuk membangun asrama ini, kita butuh kerja sama semua pihak, mulai dari mencari dana, menggalang dukungan, sampai melibatkan perwakilan masyarakat Simapitowa di Jayapura, Nabire, Dogiyai, Mimika, dan Kaimana,” jelasnya kepada wartawan.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah agar pembangunan berjalan lancar dan transparan.
“Yang di Jayapura kumpulkan teman-teman dan kepala keluarga, di Nabire diwakili oleh Kepala Suku Petrus Degei, dan di Dogiyai akan dimonitor langsung oleh Abner Semu,” katanya.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, Fabianus menyebut asrama ini akan menjadi tempat pembinaan karakter, iman, dan pendidikan bagi pelajar serta mahasiswa Simapitowa.
“Tempat ini akan jadi rumah untuk mendidik, menampung, dan menguatkan anak-anak kita. Di sini mereka bisa belajar, memperdalam iman, dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, banyak pelajar asal Simapitowa menempuh pendidikan di Jayapura karena keterbatasan fasilitas di daerah asal. Karena itu, pembangunan asrama menjadi kebutuhan mendesak.
“Banyak anak-anak kita sekolah di Jayapura, mungkin sekitar 37 persen dari wilayah Simapitowa. Jadi asrama ini penting untuk menampung mereka. Kabupaten lain punya asrama, tapi anak-anak kita masih tinggal berpencar. Ini soal masa depan SDM orang Tota Mapiha yang unggul dan cerdas,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fabianus juga berpesan agar generasi muda Simapitowa tetap berpegang pada nilai dan karakter yang bersumber dari ajaran Tuhan.
“Hidup harus tetap di bawah kepemimpinan Tuhan dan karakter orang Simapitowa. Kalau keluar dari itu, maka yang tersisa hanya dosa atau mati,” katanya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Sementara itu, Paskalis Dogomo, selaku tim penggerak pembangunan Asrama Swadaya Simapitowa, menuturkan bahwa gagasan ini sudah lama diimpikan oleh para pendiri komunitas Simapitowa sejak tahun 2007. Baru pada tahun 2025, rencana ini bisa benar-benar diwujudkan dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat.
“Selama hampir dua dekade, rencana ini terus diperjuangkan. Hari ini kita akhirnya memulai langkah nyata sebagai awal dengan peletakan batu pertama. Kami mohon dukungan dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, agar pembangunan ini bisa selesai dan menjadi bangunan permanen,” ungkapnya.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten dan Provinsi.
Paskalis juga menyeruhkan semangat gotong royong dan dukungan luas dari masyarakat.
“Kami harap dukungan pemerintah dan masyarakat pemudah dan semua tokoh Simapitowa memberi perhatian. Ini bukan sekadar tempat tinggal kami perjuangkan, tapi masa depan pendidikan anak-anak wilayah Simapitowa,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?