JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Ketua Peduli Hukum dan Demokrasi asal Kabupaten Yahukimo, Amsal Sama, yang juga merupakan pengacara dan advokat Papua, mengecam keras tindakan kekerasan aparat kepolisian yang menyebabkan seorang pemuda bernama Victor Deal meninggal dunia usai diamankan di Polsek Dekai kota kabupaten Yahukimo pada 3 September 2025.
Menurut Amsal, Victor yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk seharusnya mendapat pembinaan atau diarahkan, bukan malah menjadi korban penganiayaan.
“Korban Victor dibawa ke Polsek, tetapi bukannya dibina, justru disiksa secara berlebihan. Sekitar satu jam kemudian ia dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkap Amsal Sama, Senin (8/9/2025).
Peristiwa ini memicu kemarahan keluarga korban dan masyarakat setempat. Mereka mendesak Kapolres Yahukimo untuk bertanggung jawab serta menindak tegas oknum anggotanya yang diduga terlibat.
“Kami prihatin, kejadian seperti ini bukan sekali dua kali terjadi, tetapi berulang-ulang. Bahkan sebelumnya ada kasus penembakan salah sasaran terhadap Tobias Silak oleh aparat yang hingga kini masih diproses di Pengadilan Negeri Wamena. Semua ini akibat tindakan aparat yang tidak terukur, dan tidak Profesional,” jelas Amsal.
Ia menegaskan, aparat kepolisian harus bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku, bukan dengan cara represif yang menghilangkan nyawa manusia.
“Kalau seseorang melakukan onar atau pelanggaran hukum, harus diproses sesuai hukum, bukan diperlakukan dengan penyiksaan yang kejam. Tindakan seperti ini melanggar hukum nasional maupun konvensi internasional,” tegasnya.
Untuk itu, Amsal mendesak Propam Polda Papua segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, mengungkap motif, serta membawa para pelaku ke meja Hukum.
“Pelaku harus diadili dan dipecat, dari satunya, Kapolres Yahukimo juga harus dievaluasi kinerjanya, bahkan kami tegaskan harus diganti. Kami minta Polda Papua serius menangani kasus ini agar tidak terus berulang,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?