NABIRE, NOKENLIVE.com- Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa resmi membuka kegiatan Festival Budaya Pelajar dan Pameran Kriya Provinsi Papua Tengah Tahun 2025″.
Saya bangga dapat hadir di tempat ini, karena saya dapat melihat wajah-wajah penuh semangat, optimisme, dan cita-cita besar untuk masa depan Papua Tengah.
Gubernur Meki Nawipa, Meki Nawipa mengatakan, Papua Tengah adalah tanah kaya akan budaya, baik itu tarian, lagu, cerita rakyat, bahasa daerah, hingga kriya dan kerajinan diwariskan oleh para leluhur.
Ia menegaskan semua bukan sekadar warisan, kekuatan melainkan identitas sekaligus membentuk jati diri kita. Namun, adapun tantangan dihadapi di tengah arus modernisasi dan globalisasi, budaya. Generasi muda kini lebih sering bersentuhan dengan budaya digital global ketimbang budaya leluhur sendiri.
“Jika tidak kita jaga dengan bijak, ada risiko warisan luhur ini akan terkikis bahkan terlupakan,” ungkapnya.
Gubernur Meki tekankan bahwa festival ini menjadi ruang untuk memastikan generasi muda Papua Tengah tetap mengenal akar budayanya, sekaligus mampu berdiri tegak di era modern dengan identitas yang kuat dan berkarakter.
“Sebagaimana tema besar dari festival ini adalah “Satu Hati Dalam Dunia Tifa”. Tifa bagi kita bukan sekadar alat musik, melainkan simbol persatuan, kekompakan, dan harmoni. Setiap dentuman tifa adalah ajakan untuk bergerak bersama, menari bersama, dan membangun masa depan Papua Tengah bersama”, ujarnya.
Gubernur Meki berharap, melalui festival ini, dapat mengajarkan generasi muda, meskipun berbeda sekolah, berbeda suku, berbeda kabupaten, semua tetap bersatu dalam satu harmoni besar: Papua Tengah yang damai, berbudaya, dan maju.

Ada beberapa tujuan besar dari kegiatan ini yang ingin kita capai bersama:
1. Menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga di kalangan pelajar terhadap budaya lokal Papua Tengah.
2. Memberi ruang ekspresi bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan karya terbaiknya.
3. Membentuk pelajar sebagai agen pelestari budaya, yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus berinovasi untuk masa depan.
4. Meningkatkan solidaritas dan toleransi antar pelajar dari berbagai latar belakang.
5. Memperkuat karakter dan kepribadian pelajar, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, berkarakter, dan cinta tanah air.
Menurutnya, adanya lomba tari tradisional, pameran kriya, hingga konser seni, festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang dialog antarbudaya, serta ruang pembentukan karakter anak bangsa.
“Kalian adalah duta budaya Papua Tengah. Dari tangan kalianlah masa depan budaya kita ditentukan”, ucapnya.
Dirinya juga berpesan Jaga dan cintailah budaya kita, karena di situlah jati diri kita.
Jangan pernah merasa minder menjadi orang Papua. Justru tunjukkanlah pada dunia bahwa anak Papua Tengah bisa maju tanpa kehilangan akar budayanya.
“Gunakan teknologi modern untuk memperkenalkan budaya kita kepada dunia, agar tifa, noken, tari, dan kriya Papua Tengah semakin dikenal luas”, imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Meki menyampaikan dan beri penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, para guru, panitia, serta semua pihak telah bekerja keras menyukseskan acara ini.
“Terima kasih juga kepada seluruh peserta, para pelajar SMA/SMK se-Papua Tengah yang dengan penuh semangat hadir dan berpartisipasi. Kalian semua adalah bukti nyata bahwa Papua Tengah memiliki generasi penerus yang siap membawa perubahan,” pungkasnya. (Lisa/Fredik)






Apa komentar anda ?