SERUI, NOKENLIVE.com- Musibah tanah longsor melanda Kampung Sarawandori Satu, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua pada Selasa, (26/08/2025).
Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah rumah warga di Kampung Sarawandori Satu.
Menurut laporan, longsor terjadi di dua titik berbeda, yaitu di RT 2 dan RT 1. Longsor kali ini menjadi yang terbesar dan pernah dialami oleh masyarakat Sarawandori.
Dua rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.
Baca juga: Pesawat Trigana Tergelincir di Kabupaten Kepulauan Yapen, Semua Penumpang dan Kru Selamat
Warga setempat rasa syukur karena kejadian longsor terjadi pada pagi hari, sehingga seluruh penghuni rumah dapat menyelamatkan diri.
“Kami sangat bersyukur karena semua keluarga selamat. Kejadian ini sangat mendadak, tapi kami bersyukur karena semua selamat,” ujar Obaja salah seorang warga dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Rabu (27/8/2025).
Masyarakat Kampung Sarawandori Satu berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, serta pihak-pihak lain untuk meringankan beban mereka.
Mereka juga sangat mengharapkan adanya alat berat untuk membersihkan timbunan longsor yang terdiri dari karang dan batu, agar akses jalan antara Kampung Sarawandori Satu dan Sarawandori Dua dapat segera terhubung kembali dengan baik.
“Kami berharap akses jalan segera pulih karena kampung kami juga merupakan salah satu tujuan wisata. Jika akses terputus, tentu akan berdampak pada perekonomian warga,” ucap Tokoh Masyarakat Kampung sarawandori Satu, Pendeta (Pdt) Lukas Takanyuai.
Pemerintah daerah setempat telah meninjau lokasi kejadian dan telah mengirim 2 unit alat berat untuk membantu masyarakat bersihkan timbunan longsong yang membuat akses jalan lumpuh total.
Selain itu, akibat dari musibah longsor jaringan Listrik PLN kampung Sarawandori Satu dan Sarawandori Dua pun putus tertimpa longsor.
Masyarakat berharap pihak PLN dapat mengatasi hal ini secepatnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?