BALIKPAPAN,NOKENLIVE.COM – Pesona budaya Papua Pegunungan benar-benar mencuri perhatian dalam perayaan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-45 tahun 2025. Di antara banyaknya tamu undangan dan peserta dari seluruh Indonesia, sosok Ny. Yuliana K. Pahabol, Ketua Dekranasda Provinsi Papua Pegunungan yang hadir bersama Para Ketua Dekranasda Se Provinsi Papua Pegunungan tampil anggun dalam balutan busana adat khas daerah yaitu baju noken, lengkap dengan aksesoris kalung, hiasan kepala hingga noken yang dikenakan di kepala.

Busana berbahan kulit kayu dan serat alami ini bukan sekadar pakaian, tetapi simbol identitas dan kepercayaan diri perempuan Papua Pegunungan. Penampilan Ny. Yuliana yang anggun dan membumi membuatnya menjadi magnet perhatian. Ini terlihat dari banyaknya peserta dan tamu yang meminta untuk berfoto bersama.Tentu Ini bukan hanya soal pakaian, tetapi tentang warisan budaya, keberanian tampil beda, dan kebanggaan akan jati diri sebagai masyarakat Papua Pegunungan.
Dalam perayaan bertema “Perajin, Berdaya, Mendunia”, Papua Pegunungan membuka stand pameran yang menyuguhkan beragam hasil kerajinan mama-mama Papua. Produk-produk seperti tas noken dari kulit kayu, Topi Noken, buket bunga kering khas Wamena, sirkam rambut dari bunga kering khas wamena, topi kepala, dan beragam aksesoris di antaranya gelang dan cincin buatan tangan yang menjadi incaran para pengunjung.

Produk unggulan seperti kopi arabika pegunungan, bawang goreng, madu hutan, dan buah merah juga turut dipamerkan. Suasana stand Papua Pegunungan kian semarak ketika pengunjung ikut bergoyang bersama tarian wasisi, tarian kebanggaan masyarakat papua pegunungan.
Banyak pengunjung menyebut Stand Papua Pegunungan sangat unik. ini tidak saja terlihat dari busana khas noken yang di kenakan peserta pameran asal Papua Pegunungan tapi juga kebersamaan dalam semangat kemeriahan yang di ciptakan lewat musik sambil bergoyang Wasisi bersama di depan stand yang sontak menarik perhatian pengunjung dengan bergoyang bersama menambah kemeriahan di lokasi pameran.

Terpantau Di hari pertama pameran yang paling diburu pengunjung adalah tas noken dan buket bunga tangan dan beberapa aksesoris lainnya. Mereka menyebut sebagai sebuah keunikan. Tentu ini membutikan bahwa karya kerajinan noken dan lainnya tidak hanya menjadi simbol budaya, tapi kini menjadi tren yang mulai mendunia.
Ny. Yuliana K. Pahabol selaku Ketua Dekranasda Provinsi Papua Pegunungan pada kesempatan ini menegaskan bahwa keikutsertaan Papua Pegunungan dalam peringatan ke 45 Tahun dan pameran Dekranas bukan sekadar hadir sebagai peserta, tetapi sebagai pembawa misi budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, dan promosi identitas masyarakat Papua Pegunungan.
“Kami ingin dunia tahu, bahwa dari balik pegunungan yang jauh, ada tangan-tangan hebat yang menciptakan karya luar biasa. Noken bukan sekadar tas, noken adalah cerita, kekuatan, dan semangat hidup kami masyarakat papua pegunungan. Iapun berkomitmen kedepan Dekranasda Papua Pegunungan terus menjadi ruang bagi para perajin lokal untuk berkembang hingga menembus pasar nasional hingga global ”ungkapnya.

Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 9 Juli hingga 11 Juli 2025. Dengan mengusung tema tahun ini, “Perajin, Berdaya, Mendunia”, Papua Pegunungan telah membuktikan bahwa dari tangan-tangan sederhana di pedalaman, lahir karya agung yang menyuarakan kekuatan perempuan, identitas budaya, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?