ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Mei 14, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Festival Colo Sagu, Bentuk Sinergi Antara Polri dan Masyarakat

Festival Colo Sagu, Bentuk Sinergi Antara Polri dan Masyarakat

Oleh : Nokenlive
27 Juni 2025
Di Budaya dan Pariwisata
0
Festival Colo Sagu, Bentuk Sinergi Antara Polri dan Masyarakat

Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin didampingi Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrikus Maclarimboen, saat melakukan colo sagu disela-sela pembukaan Festival Colo Sagu di Kota Jayapura, Papua, Kamis (26/6/2025). Foto: Fredik Y

JAYAPURA,Nokenlive.com- Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Papua (Polda) secara resmi menggelar Festival Colo Sagu 2025 yang dirangkaikan dengan pembukaan Turnamen E-Sport Mobile Legends.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (26/06/2025) di Jayapura dan dibuka langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Patrige Rudolf Renwarin.

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Rudolf Renwarin menyampaikan, kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun jembatan, antara tradisi lokal dan perkembangan dunia digital.

“Festival Colo Sagu diangkat sebagai warisan budaya masyarakat Papua, khususnya di wilayah pesisir dan pedalaman, yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan melalui tradisi makan sagu secara bersama-sama,” jelasnya dalam sambutan.

Menurut Patrige, Festival Colo Sagu bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata pelestarian tradisi makan bersama masyarakat Papua yang sarat nilai kebersamaan dan solidaritas.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, festival ini mengusung empat tujuan utama, yaitu melestarikan budaya lokal, memperkuat identitas masyarakat Papua melalui kuliner, menjadi sarana rekonsiliasi sosial, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan.

“Dengan mengangkat tradisi “Colo Sagu” yang berarti makan bersama sagu, Polda Papua ingin menegaskan pentingnya solidaritas dan nilai lokal dalam kehidupan bermasyarakat,” bebernya.

Bersamaan dengan itu, pembukaan turnamen E-Sport Mobile Legends menjadi ruang ekspresi positif bagi generasi muda Papua.

Patrige menekankan, kompetisi ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, melainkan juga wadah untuk menunjukkan kreativitas, sportivitas, serta karakter anak-anak muda yang cerdas dan berintegritas di era digital.

“Jadikan lomba ini bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, ekspresi kreativitas, dan pembangunan karakter generasi muda Papua,” ungkapnya. (Melviandres Pamanggori/Fredik)

Tags: AKBP Fredrickus MaclarimboenFestival Colo SaguHut Bhayangkara ke 79 TahunIrjen Pol Patrige Rudolf RenwarinKapolda Papuakota jayapuraPolresta Jayapura KotaProvinsi Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Ini Klarifikasi Stafsus Menhan Lenis Kogoya, Utang Kami Bayar

Berita Selanjutnya

Uncen Kembali Mewisuda 980 Mahasiswa, Rektor: Capaian Ini Adalah Buah Dari Kerja Keras

Berita Terkait

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja
Budaya dan Pariwisata

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua
Budaya dan Pariwisata

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua

Biak Jadi Primadona Arus Lebaran, KSOP Jayapura Catat Lonjakan Penumpang 2026
Budaya dan Pariwisata

Biak Jadi Primadona Arus Lebaran, KSOP Jayapura Catat Lonjakan Penumpang 2026

Dari Pelataran Obhe, Adat Bicara: Hillo Noro–Makheng Noro 2026 Merajut Persatuan Suku Sentani.
Budaya dan Pariwisata

Dari Pelataran Obhe, Adat Bicara: Hillo Noro–Makheng Noro 2026 Merajut Persatuan Suku Sentani.

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua