NABIRE, Nokenlive.Com – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyatakan tiga korban (luka tembak) konflik bersenjata antara TNI dan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Intan Jaya telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini mengatakan proses evakuasi tiga korban luka tembak dari lokasi konflik ke Sugapa berjalan lancar dan sudah dievakuasi ke Timika untuk pengobatan lebih lanjut.
“ Anak Minus Jegeseni (terluka di telinga), telah dievakuasi lebih dulu kemarin tanggal 15 Mei 2025 ke Kabupaten Timika. Sementara mama Junite Janambani (luka tembak di lengan kanan dan Openi Wandagau (luka tembak di lengan kiri) dievakuasi hari ini ke Timika menggunakan pesawat untuk pengobatan lebih lanjut,” ujar Bupati Intan Jaya, Aner Maisini kepada media ini, Jumat, (16/5/2025).
Bupati menjelaskan Pemkab Intan Jaya juga telah mengirim tim pada Kamis 15 Mei 2025 untuk menuju lokasi di Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, dan Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa. Tim ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kampung Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau.
“ Dari proses evakuasi ditemukan dua korban (meninggal dunia),” ujarnya.
Tim Pemkab juga kemarin (Kamis 15 Mei 2025) turut mengevakuasi dua korban luka tembak ke RSUD Sugapa diantaranya Mama Junite Janambani dan Openi Wandagau yang pada hari ini dievakuasi ke Timika guna pengobatan lebih lanjut.
Data ini diterima oleh Rombongan Pemkab Intan Jaya didampingi Mas Ojek (Kelompok pengojek asli Intan Jaya, mama-mama, Pemuda serta kepala suku yang melakukan pengecekan korban dari kampung Titigi dan ndugusiga untuk mendata korban.
Menurut Bupati, Dari Informasi yang dikumpul Kontak tembak terjadi di Kampung ndugusiga (Bambu kuning) dan kampung Sugapa lama pada hari Selasa 13 Mei 2025.
“ Dari data yang kami kumpulkan, Ada Korban meninggal dunia dari masyarakat yaitu Kepala Desa Hitadipa, Bapak Ruben Wandagau dan 4 lainnya dari OPM,” sebutnya.
Hingga saat ini diketahui sekitar 7 masyarakat sipil masih belum ketahui keberadaannya atau hilang dan keluarga masih mencari ke kampung terdekat.
“ Mereka ini kami akan lanjut evakuasi atau cari pada besok hari karena hari ini kami akan rapat bersama pemerintah, DPR dan semua pihak yang peduli dengan situasi Intan Jaya,” tutur Bupati.
Ia berharap, Kondisi ini segera berakhir dan Intan Jaya kembali kondusif.
“ Mohon dukungan doa dari semua pihak untuk pemulihan Intan Jaya dan semoga masyarakat yang hilang segera ditemukan,” pungkasnya.
Bupati juga berterimakasih kepada Mas Ojek (Pengojek anak asli Intan Jaya) yang juga turut membantu pemerintah daerah dalam proses evakuasi korban meninggal dunia dan luka tembak di Intan Jaya.
(Lisa)






Apa komentar anda ?