Wamena, Nokenlive.com – Sebuah kebanggaan besar mewarnai Provinsi Papua Pegunungan setelah tim taekwondo daerah ini menorehkan prestasi gemilang di ajang Taekwondo Open Papua 2025 yang digelar di Jayapura. Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C) John Tabo, S.E., M.B.A., secara langsung menyambut dan memberikan apresiasi kepada 32 atlet yang sukses mengharumkan nama daerahnya dengan membawa pulang total 22 medali dan dua trofi kehormatan.
“Dalam waktu satu minggu, kalian bisa menciptakan juara. Ini luar biasa! Tuhan memberkati kalian,” ujar Gubernur John Tabo dalam penyambutan yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRP, Wakil Ketua I, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya pencapaian, tetapi titik tolak bagi Papua Pegunungan untuk menata masa depan olahraga bela diri, khususnya taekwondo.
Gubernur memberikan pujian khusus kepada para pelatih dan ofisial yang tanpa dukungan eksternal mampu membentuk tim yang kompetitif. Ia menilai semangat dan kerja keras sebagai modal utama yang telah dibuktikan lewat perolehan medali:
• 3 medali emas
• 2 medali perak
• 17 medali perunggu
• Pelatih Terbaik se-Papua Raya
• Tim Fair Play Terbaik se-Papua Raya

Tak hanya itu, Gubernur John Tabo berjanji memberikan motivasi berupa tabungan bagi seluruh atlet sebagai bentuk dukungan nyata sekaligus pendidikan awal dalam pengelolaan keuangan. Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan pembinaan atlet melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas olahraga di Papua Pegunungan.
“Olahraga adalah jalan positif bagi anak-anak muda kita, menjauhkan dari kenakalan remaja dan mengarahkan pada prestasi. Karena itu kami akan melibatkan seluruh kabupaten, termasuk Jayawijaya, untuk membangun sistem pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Papua Pegunungan, Yoyo Iwik Sriyoto, S.Sos, M.Si., mengaku bangga atas pencapaian tim meski dirinya baru enam bulan menjabat. Ia juga menyoroti keberhasilan Papua Pegunungan sebelumnya di ajang PON Aceh-Sumut, dengan torehan 8 medali emas dan 2 perunggu. “Ini adalah awal kebangkitan Papua Pegunungan di kancah nasional,” ujar Yoyo optimis.
Manajer tim, Moses Lamere, menyampaikan bahwa pertandingan yang berlangsung dari 1 hingga 3 Mei telah menjadi pengalaman berharga bagi para atlet muda. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut ke dukungan konkret untuk partisipasi dalam kompetisi nasional bahkan internasional.
“Kami siap membawa nama Papua Pegunungan lebih tinggi, asalkan diberikan ruang dan dukungan terus-menerus,” katanya menutup.
Dengan semangat juang yang tak luntur dan komitmen pemerintah daerah yang kuat, Papua Pegunungan perlahan namun pasti menjelma menjadi lumbung atlet bela diri yang layak diperhitungkan di Indonesia.
Penulis : Redaksi NL





Apa komentar anda ?