Nabire. Nokenlive.Com – Senator DPD RI dari Provinsi Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo melakukan Kunjugan kerjanya ke Mulia Kabupaten Puncak Jaya selama 3 hari, mulai tanggal 17-19 Maret 2025.
Dalam kunjugan tersebut, Eka Kristina Yeimo langsung bertemu dengan PJ.Bupati Puncak Jaya, para pendeta yang menampung pengungsi dan turun melihat rumah- rumah yang di bakar.
Eka Kristina Yeimo memberikan apresiasi kepada PJ.Bupati Puncak Jaya atas upaya yang dilakukannya dalam menkondusifkan kondisi keamanan dì mulia kabupaten puncak Jaya.
Setelah beberapa upaya yang dilakukan diantaranya yaitu pertama pendekatan kepada kedua belah kubu agar tidak saling melakukan perlawanan, kedua menyita semua alat tajam, baik itu anak panah, parang, kartapel dll, ketiga memberikan bantuan berupa Bama kepada pihak korban terutama kepada keluarga yang sedang berduka.
Dan masih banyak hal lain lg yang telah dilakukannya untuk menjaga agar Puncak Jaya tetap kondusif .
“Pada hari senin tanggal 17 maret 2025 saya naik pesawat ke Mulia Puncak Jaya dan setelah tiba disana saya sendiri telah menyaksikan keadaan mulai kondusif walau pun warga masih was-was terhadap serangan tiba-tiba”. Ujar Eka.
Ia mengatakan berdasarkan hasil laporan dari Bapak PJ.Bupati Puncak Jaya beberapa hari ini tidak ada aktifitas masyarakat yang melakukan perang atau pun pembakaran rumah warga.
Eka Yeimo pun berharap dan memastikan keadaan tetap kondusif seperti ini sampai pelantikan Bupati definitif.
” saya akan menjaga kondisi ini dengan tetap stenbay di tempat tugas. Jadi sejak saya di lantik sampai sekarang ini hanya urusan kantor saja, baru saya keluar dari kota mulia jika tidak ada urusan kantor yang keluar dari kota mulia saya tetap di tempat tugas, menjaga dan memastikan masyarakat tidak melakukan tindakan yang menganggu keamanan kota mulia”. Ucapnya.
Sementara itu, PJ.Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib berharap Bupati terpilih dapat menyelesaikan konflik antar kubu paslon baik secara pemerintahan mau pun secara adat.
Lanjut, PJ Bupati Yopi Murib juga menyampaikan bahwa ada beberapa perkantoran, rumah dinas mau pun rumah warga yang dibakar harus segera di bangun kembali lagi. Agar warga bisa kembali ke rumah mereka masing- Masing dan menjalani aktivitas dikantor bisa berjalan lancar.
Pada kesempatan ini juga saya menemui para pendeta dan gembala yang menampung warga pengungsi di komplek sekolah alkitab.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari salah seorang pendeta menyampaikan bahwa keinginannya agar kota Mulia kembali seperti dulu, aman dan damai tidak ada kejadian seperti ini. karena sudah hampir dua bulan lebih kami terkurung disini dalam ketakutan.
Untuk itu ia berharap kedua pasangan calon harus berdamai kemudian datang ke Puncak Jaya, ketemu kami disini dan mengamankan kami, agar masalah ini cepat selesai, jangan lama-lama kami bosan dengan perang yang terus menerus meneror kami. Kami ingin Kedamaian di kota ini kami akan terus mendoakan kota kami agar aman kembali.
Pada pertemuan dengan para pengungsi tersebut ia juga menyampaikan beberapa hal yang saya rasa penting untuk disampaikan dalam kondisi seperti ini.
Dirinya mengimbau kepada para pendeta mau pun jemaat yang berkumpul disitu bahwa hal yang paling penting dilakukan adalah berdoa dan berpuasa demi pemulihan Puncak Jaya. Dengan perumpamaan melihat kisah Ayub.
“Jadi mama-mama semua yang hadir jangan kwatir Tuhan akan menggantikan semua harta benda yang hilang, mari kita fokuskan pikiran kita pada Tuhan Yesus supaya ia mendamaikan kedua kubu yang sedang berperang, mari kita kalakan iblis yang sedang merusak kota mulia”. Ucapnya.
Mari kita sama- sama menjaga kota ini dengan berdoa dan berpuasa. Jika kita fokus kepada Tuhan, saya percaya Tuhan akan Fokus kepada masalah kita. Dan Kota mulia akan aman dan damai kembali.
(LIsa)






Apa komentar anda ?