
Ada yang berbeda dari suasana Kegiatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Al Ahkam Kotaraja, saat memasuki pelataran masjid terhampar dua meja panjang yang berisi aneka makanan beberapa orang sibuk mengatur piring dan sendok. Dengan langkah cepat, saya bergegas memasuki pintu depan masjid, dari kejauhan tampak para jamaah tengah menyimak pembicaraan dari seseorang yang berdiri didepan.
“Mari mbak silahkan, Pak BTM lagi kasih sambutan”, ujar Karim salah satu pengurus masjid mempersilahkan untuk meliput kegiatan yang mengenali saya dari id card pers didada. Karena sedikit terlambat saya kemudian segera duduk dan ikut menyimak bersama beberapa rekan wartawan lainnya yang sudah lebih dulu datang.
“Saya akrab dengan kalimat Insya Allah, Alhamdulilah seringkali juga terucap, karena saya adalah lulusan SMP Muhammadiyah, Abepura jadi terbiasa dengan hal tersebut”, papar BTM yang kemudian disambut tepuk tangan jamaah. Dia lalu melanjutkan wejangannya tentang pentingnya toleransi antar umat beragama. “Papua harus merawat toleransi, kita harus bersatu saling menghormati dan menolak provokasi yang merusak persaudaraan”, ucapnya.
Diakhir sambutannya, suami dari Christin L Mano ini turut mendoakan agar seluruh umat muslim yang tengah berpuasa mampu meraih makna dari ibadah dibulan suci Ramadhan kali ini. Usai sambutan dan pemberian bantuan kepada masjid, BTM turut menyaksikan penerimaan hadiah berbagai lomba anak terkait malam Nuzulul Qur’an.

Sama sekali tak terlihat canggung, Interaksi calon Gubernur Papua tersebut bersama para jamaah justeru terjalin akrab, bahkan beberapa anak pemenang lomba berebut untuk sekedar foto bersama alumni SMP Muhammadiyah ini.
Benhur Tomi Mano bukanlah wajah baru bagi umat muslim di Kota Jayapura, semasa beliau menjabat sebagai Walikota Jayapura 2 periode berbagai kegiatan keagamaan tak pernah luput didatanginya, dari mulai yang resmi seperti Safari Ramadhan hingga menghadiri acara-acara komunitas umat islam lainnya. Uniknya BTM tak pernah canggung, toleransinya patut diacungi jempol, dimulai dari padu padan busana baju koko hingga kehangatan dan keakraban bersama tokoh-tokoh muslim lainnya. Ada satu hal yang seringkali saya amati, saat hendak bersalaman dengan perempuan berhijab dalam suatu acara di masjid, BTM seringkali mengatupkan kedua tangan didada, terkecuali ada yang menyodorkan tangan baru disambut salam oleh beliau. Ini menandakan sosoknya memahami bagaimana menghormati ajaran islam yang dianut beberapa muslimah tentang berinteraksi dengan lawan jenis.
Usai menuntaskan seluruh kegiatan, BTM ditemani beberapa pengurus masjid menikmati hidangan yang tersedia. Saya dan beberapa rekan wartawan yang notabene non muslim juga ikut duduk makan bersama.
Suasana terasa begitu berbeda, tak ada sekat tentang perbedaan agama, BTM dan beberapa pengurus masjid terlihat asyik ngobrol sembari sesekali bersenda gurau. Sementara kami beberapa wartawan muslim juga teman-teman nasrani yang mendampingi menikmati syahdunya malam Ramadhan ketujuh belas dengan bertukar obrolan hangat.
Malam Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan adalah peringatan peristiwa turunnya kitab suci Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Berkah itu mengejawantah dalam balutan persaudaraan yang terjalin erat di pelataran masjid Al Ahkam. Terima kasih pak BTM, hari ini berkah Tuhan hadir melalui teladanmu yang mengajarkan hakikat tentang kasih antar umat manusia. (Fibra)
Catatan redaksi diisi oleh Redaktur Nokenlive dengan gaya penulisan bertutur


Apa komentar anda ?