Nabire,Nokenlive.Com – Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Brigjen.Pol.Alfred.Papare SIK pastikan TNI/Polri Siap amankan titik lolasi pelaksanaan pleno 3 kabupaten yang diagendakan akan dilaksanakan di nabire ibu kota provinsi papua tengah.
Brigjen Pol Alfred Papare kepada wartawan menjelaskan bahwa untuk provinsi papua tengah, terdapat 5 kabupaten yang mengalami keterlambatan pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten. Yaitu kabupaten Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Kabupaten Paniai.
“per hari kemarin khusus untuk kabupaten Mimika sudah diselesaikan. Dan hari ini sudah bergeser dari Mimika untuk melanjutkan pleno tingkat provinsi. Jadi masih tersisa 4 kabupaten yang belum menyelesaikan pleno tingkat kabupaten”. Ucapnya usai rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi papua tengah, bersama KPU dan Bawaslu papua Tengah di ruang kantor PJ Gubernur Papua Tengah. Selasa, (10/12/2024).
Dikatakan karena adanya gangguan Kamtibmas, sehingga oleh arahan dan petunjuk dari KPU RI bahwa pelaksanaan pleno tingkat kabupaten dari 3 kabupaten, yaitu kabupaten puncak, puncak jaya dan intanjaya untuk melaksanakan pleno tingkat kabupaten di nabire.
Sementara untuk kabupaten paniai, pleno tingkat kabupaten akan tetap dilakukan di paniai.
Kapolda Papua Tengah, Alfred Papare mengatakan untuk pengamanan, pelaksanaan pleno tingkat kabupaten dan tingkat provinsi akan di pusatkan di satu lokasi yaitu Aula LPP RI.
” Nah ini memudahkan kita untuk pengamanan. Sehingga satu lokasi ini baik kita Polri maupun TNI, kita akan all out melaksanakan pengamanan itu sesuai dengan ring 1, ring 2, dan ring 3″.
Sementara untuk jumlah personil yang disiapkan, akan disesuaikan dengan kondisi dilapangan.
“Jadi saya rasa untuk keamanan yang kita siapkan baik dari TNI maupun polri, ini sudah maksimal”. Ujarnya.
Ia berharap agar supaya pelaksanaan pleno tingkat kabupaten yang belum diselesaikan dapat berjalan aman dan lancar.
Untuk itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol.Alfred.Papare S.I.K menghimbau kepada semua masyarakat, terutama kepada masa pendukung dari masing-masing paslon, apabila datang menyaksikan pleno tersebut, agar tidak membawa perlengkapan atau peralatan perang, atau senjata tajam. Seperti panah, parang, tombak dan sebagainya.
“Karena ini pesta demokrasi, kita berharap kepada seluruh masyarakat, pendukung paslon datang dengan hati yang sukacita untuk menyaksikan siapa calon mereka yang mungkin mendapatkan suara terbanyak”. Ujarnya.
Dengan tegas, Kapolda papua tengah, Alfred Papare mengatakan apabila tidak mengindahkan peringatan tersebut, dan didapati ada yang membawa senjata tajam, maka ada konsekuensi sangksi tegas menanti.
“ya pastinya kami dari pihak keamanan, TNI/Polri akan melakukan razia, dan akan melakukan tindakan hukum terhadap mereka yang melanggar”. Pungkasnya.
(Lisa)





Apa komentar anda ?