Jayapura, Nokenlive.com – Terkait seleksi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di daerah khususnya dari dari pokja agama, legislator Papua minta tidak ada kepentingan politik dalam pembagian kursi anggota MRP khusus unsur agama.
Hal ini di sampaikan, anggota DPR Papua Fraksi Demokrat, Thomas Sondegau, di Jayapura. Rabu (31/05/2023)
Kata Thomas Sondegau, untuk persiapan Majelis Rakyat Papua terutama di tiga daerah otonomi baru, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Papua Selatan dan Papua Selatan mengalami keterlambatan dalam rekrutmen yang di lakukan tim seleksi.
“Inikan sudah dekat tahun 2024. Paling tinggi sebelum pemilihan MRP harus terbentuk. Tapi kami melihat semua daerah terhambat, ” Ungkapnya
Lebih khusus Provinsi Papua Tengah, Thomas Sondegau menjelaskan saat ini terjadi gesekan dalam seleksi anggota MRP dari unsur agama.
Kata Thomas dalam perdasus diamanatkan pembagian kursi anggota MRP perwakilan agama bukan atas nama gereja.
“Oleh karena itu kami minta untuk kursi MRP perwakilan agama harus di seleksi secara baik. Tidak bawa kepentingan politik tapi harus kepentingan agama.
Sehingga pembagian 14 kursi bisa di bagi. Disana kan hanya ada Katholik dan Kristen Protesta tinggal di bagi saja tanpa bawa – bawa nama gereja,” Tegasnya
Sondegau mengingatkan Penjabat Gubernur Papua Tengah agar tidak sewenang – wenangnya intervensi tim seleksi anggota (MRP) dalam pembagian dari unsur agama.
“saya minta Penjabat gubernur Papua tengah jangan intervensi timsel, tetapi harus menyelesaikan gesekan-gesekan itu. Sehingga proses pemilihan anggota MRP ini dapat berjalan dengan baik” Pungkasnya
(Junior)





Apa komentar anda ?