Biak, Nokenlive.com
Sebagai salah satu putra Papua asal Biak yang sukses menjadi entrepreneur muda, Gerson Yarangga Rumbiak SE.MM ingin membagikan ilmu, tips sukses dalam menjalani dunia bisnis dengan bantuan pembiayaan dari perbankan.
Gerson Rumbiak mengatakan, dengan sumber daya alam (SDA) di Papua yang begitu melimpah seharusnya kita mampu untuk bisa menciptakan uang.
Sebagai contoh, jelas Gerson Rumbiak, di SDA Biak Numfor kaya akan hasil laut, maupun pariwisata. Namun ia sarankan kalau bisa semua jangan mau yang instan, tetapi harus dimulai melalui satu fase, proses.
“Seperti anak tangga, step by step,” jelas Gerson Rumbiak melalui ilustrasi seraya mengungkapkan bahwa berbisnis tidak secara instan langsung memiliki modal besar tetapi harus mulai dari bahwa.
Ia juga ingatkan agar kita tidak boleh tergiur dengan kehidupan di luar sana.
Diberitakan sebelumnya media ini, kita ketahui bersama bahwa seorang Gerson awalnya hanya seorang tukang ojek, buruh bangunan, tukang las dan latarbelakang keluarga yang sederhana.
Namun dengan semangatnya yang tinggi merubah Nasib ia merambah ke dunia bisnis dagang kecil kacilan kios. Berkat keuletanya, menjalani dan menikmati pekerjaanya, akhirnya ia dipercaya salah satu berbankan (bank) membantu modal usaha untuk menjalankan usaha yang lebih besar.
Berikut beberapa tips sukses ala Gerson dengan pembiayaan modal usaha dari perbankan yaitu menurutnya, pertama, berani keluar dari zona nyaman.
“Kita harus ambil suatu keputusan jika ingin berubah. Banyak kemudahan saat ini, seperti bantuan dari pemerintah seharusnya bisa kita manfaatkan hal tersebut untuk menjalani usaha. Tetapi kebanyakan didapatkan dilapangan banyak yang terus menerus berharap bantuan tersebut, sehingga tujuan dari sukses itu tidak tercapai,” jelasnya.
Sedangkan menurutnya, jika dengan modal usaha dari perbankan, otomatis kita terbeban dan harus bertanggungjawab atas angsuran perbulan. Hal demikian membuat kita lebih bertanggungjawab.
Kalau kita pinjam modal dari bank, mau bikin ini, mau buat itu, sabar dulu. Besok saya setor angsuran bagaimana?”.
Kedua, kita harus bisa mengendalikan keinginan kita. Tidak hanya itu, kita juga pun harus bisa membedakan keinginan dengan kebutuhan. Itu dia hal yang berbeda, tetapi sangat berpengaruh jika kita salah melangka maka bisa berdampak pada pengelolaan keuangan. “Artinya jika ingin berbuat sesuatu harus sesuai dengan kebutuhan,” anjrnya.
Lanjut Gerson mengatakan, cara bagaimana kita menjalankan cash flow yaitu arus uang masuk dan keluar. Ini sangat penting agar usaha kita tetap stabil.
Dikatakan bahwa, ketika kita mengambil keputusan untuk kredit, kita harus berpikir bagaimana uang tersebut bisa menghasilkan uang sehingga dalam perjalanan waktu, kita bisa membayar kredit tersebut.
Seperti contoh pertama, kita harus bisa kontrol diri dan harus bisa mengendalikan keuangan kita. Karena jika diperhatikan, kebanyakan orang tidak bisa mengatur cash flow usahanya dikarenakan salah menggunakan uang. Artinya keinginan lebih dulu dipenuhi dari pada kebutuhan.
“Jadi mengatur cash flow itu penting. kita harus kontrol dan kendalikan keinginan kita. Gunakan uang sebagai mestinya. pakai uang sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Keinginan dan kebutuhan harus bisa dibedakan”. Jika kita bisa mengatur uang dan kontrol keuangan kita maka hal itu bisa mengantarkan kita pada kesuksesan.
Kemudian harus punya prinsip. Prinsip saya itu uang bisa menghasilkan aset, seperti satu ruko tambah satu, dua ruko ke tiga dan tiga ruko ke empat ruko. Begitu juga tanah, harus bertambah. Kita harus bisa melipat gandakan aset untuk bisa dijaminkan ke pihak perbankan.
Kita orang Papua selalu dikatakan tidak bisa berwirausaha. Siapa bilang..?, Hari ini saya patahkan mitos itu. Saya bukti bahwa kita Papua juga bisa berwirausaha.
“Potensi, sumber daya alam kita orang Papua ada. Namun untuk menjadi wirausaha, faktor lingkungan dimana tempat kita bermain, bergaul, itu juga menentukan kesuksesan kita,” katanya.
Kata dia, setiap orang memiliki impian, cita-cita, tetapi masalahnya jika hari ini kita masih gagal karena kita selalu bergaul, bermain pada lingkungan yang salah. Artinya kita berada di lingkungan yang orang-orang tidak memberikan support, dukungan. Kemudian mandiri. Kita juga harus bisa memandirikan diri kita untuk bisa mendapatkan uang dan bisa menciptakan lapangan kerja.
Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah masalah harga. Jika kita buka usaha kios, kita harus mengerti harga pasar. Harga jual barang jangan terlalu mahal.cari untung banyak malah orang hanya sekali datang. Tetapi kalau harga barang murah, untung seribu atau dua ribu, sedikit tapi perputaran uang lancar itu lebih baik.
Menurutnya, tidak ada kata tidak bisa. Semua dari kita sendiri, mau mulai atau tidak, potensi dan sumber daya alam ada. Kita mau berkorban dengan waktu dan masalah tidak. Karakter terbentuk karena pergaulan, karakter terbentuk karena masalah yang dihadapi.
“Jika kita mau melalui proses step by step, hari ini jangan selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah, jangan kita selalu mau yang instan. Pemerintah hanya sebagai fasilitator yang memberikan proteksi untuk jadikan “kita tuan di negeri sendiri,” tutup Gerson Rumbiak yang pernah merasakan teriknya panas matahari berkeliling sebagai penjual koran.(LISA R.)





Apa komentar anda ?