Jayapura, Nokenlive.com
Guna mengetahui permasalahan dihadapi satuan pendidikan secara menyeluruh dilingkungan sekolah, Selasa, (18/04/23) sekolah SMPN 2 kota Jayapura melaksanakan rapat evaluasi rapot pendidikan.

Rapat evaluasi SMPN 2 kota Jayapura melibatkan dewan guru, staf tata usaha serta guru honor, juga turut dihadiri kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.
Melalui rapor pendidikan, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi akar masalah baik mutu pembelajaran maupun kualitas sumber daya sekolah sehingga dapat memetakan output yang perlu diperbaiki.
Dengan begitu, satuan pendidikan dapat membuat perencanaan peningkatan mutu proses belajar mengajar yang tepat sasaran.
“Pelaksanaan evaluasi rapot pendidikan begitu penting untuk diketahui oleh dewan guru dan staf tata usaha sekolah, karena ada beberapa hal yang belum terpenuhi secara baik terutama menyangkut tenaga guru di sekolah SMPN 2,” jelas kepala sekolah SMPN 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, S.Pd M.Pd kepada wartawan nokenlive.com disela sela rapat evaluasi.
Saat rapat evaluasi rapot Pendidikan, kepsek Dorthea Caroline Enok mengungkapkan, saat ini tenaga yang ada di sekolah SMPN 2 Jayapura baik tenaga guru dan staf tata usaha sangat terbatas. Sementara sebagian tenaga guru akan masuk masa purna tugas (pensiun) tahun ini.
“Hal ini tentu menjadi perhatian serius sekolah dalam rangka melakukan evaluasi rapot pendidikan sekolah SMPN 2 Jayapura Tahun 2023,” ucapnya.
Tea Enok sapaan akrab Dorthea Caroline Enok mengungkapkan, untuk menjawab kebutuhan tenaga guru dan tenaga tata usaha, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.
Kepsek Dorthea Caroline menjelaskan, setiap tahun ajaran baru, animo orang tua mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah SMPN 2 Jayapura sangat tinggi dan terus alami peningkatan signifikan.
Hal itu tentu sekolah sedikit mengalami kendala khususnya menyangkut sarana prasarana penunjang di lingkungan sekolah SMPN 2 Jayapura sangat terbatas.
“Selain itu ada beberapa guru akan pensiun, tentunya kondisi tersebut akan mempengaruhi evaluasi rapot pendidikan di sekolah kami (SMPN 2 Jayapura),” ungkap Dorthea Caroline Enok.
Kepsek Dorthea Caroline Enok berharap kondisi ini menjadi perhatian semua pihak baik dewan guru, para siswa dan orangtua siswa itu sendiri, tapi menjadi masukan kepada dinas pendidikan kota Jayapura.
Sementara itu, ditempat sama, kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Musa Kambu dijumpai usai membuka rapat evaluasi rapot pendidikan sekolah SMPN 2 Jayapura, menyampaikan, rapat evaluasi rapot pendidikan yang dilakukan sekolah, bukan kebijakan dinas pendidikan kota Jayapura.
“Melainkan kebijakan pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan nasional RI, yang ditunjukan dengan rapot warna merah dan kuning sebagai bentuk penilaian terhadap pelaksanaan sistem pendidikan di sekolah SMPN 2 Jayapura,” ungkap Musa Kambu.
Kambu menjelaskan, evaluasi rapot pendidikan satuan pendidikan yang menjadi penilaian yaitu, tenaga guru, sarana prasarana, dan para siswa itu sendiri dilakukan penilaian langusng oleh kementrian pendidikan nasional RI.
“Program ini sudah berjalan sejak Tahun 2000 lalu,” singkatnya.
Musa Kambu mengungkapkan, dari hasil penilaian rapot pendidikan kepada SMPN 2 Jayapura, sebahian masih terdapat rapot merah.
“Sisanya sudah rapot kuning, sehingga perlu ditingkatkan lagi yang kurang diperbaiki dan dibenahi guna menjadi lebih baik lagi,” tutup Musa Kambu.(ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?