Jayapura Nokenlive.com
Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Yuli Rahman, SH menyampaikan, Ada beberapa program dari beberapa bidang yang dapat diadopsi di Kota Jayapura yang merupakan hasil dari studi banding yang dilakukan oleh DPRD Kota Jayapura di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.
Yuli Rahman menyampaikan , dari hasil studi banding Komisi B DPRD dengan mitra yaitu Dinas Pariwisata, Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perhubungan dirinya menilai ada beberapa program yang dapat diadopsi oleh Pemerintah Kota Jayapura diantaranya untuk bidang pangan dan pertanian dirinya melihat hasil-hasil dari komoditi masyarakat di tampung dalam satu wadah atau badan usaha milik Pemerintah Kota Malang yang kemudian diwajibkan bagi Aparatur Sipil Negara untuk membelinya.
“Nantinya semua asn yang ada di kota Malang harus membeli komoditi yang dihasilkan oleh masyarakat itu. Baik hasil bercocok tanam, mau itu padi, cabe atau apa saja,” ,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman, Selasa (4/4/2023).
Yuli Rahman mengungkapkan, program tersebut sudaah termuat dalam peraturan daerah dan dewan menilai program tersebut dapat di adopsi oleh pemerintah Kota Jayapura guna membantu para petani lokal dalam memasarkan hasil komoditi para petani. “Artinya mereka menanam, tapi pasarnya sudah tersedia,” imbuhnya.
Sementara untuk bidang pariwisata lanjut Yuli, Kota Malang juga lakukan kerja sama dengan UMKM. Setempat sebagai strategi agar semua orang yang berkunjung ke Kota Malang dapat membeli semua produk UMKM yang ada tentunya dengan strategi pemesaran yang baik.
“Bagaimana uang dari kota lain itu bisa dihabiskan di Kota Malang. Baik di tempat wisata, membeli oleh-oleh, untuk makan atau apa saja, uang harus dihabiskan di situ,” tutur Yuli.
Untuk itu Yuli berharap Kota Jayapura dapat mengadopsi beberapa program dari beberapa bidang hasil dari studi banding yang dulakukan di Kota Malang. sehingga wisatawan yang datang di kota Jayapura atau siapapun juga tertarik untuk membeli oleh-oleh atau buah tangan dan juga bisa menghabiskan uangnya di kota Jayapura.
‘Jadi, sistem ini juga bisa kita terapkan di kota Jayapura, banyak kita punya UMKM. Jadi mereka juga ada selalu penyuluhan. Bagaimana bisa memasarkan, mengolah produk yang dari handmade, kita bisa menjual dengan harga tinggi,” papar Yuli.
Mereka juga kata dia, ada pelatihan-pelatihan. Jadi, bukan hanya bisa belajar otodidak, tapi ada pelatihan-pelatihan, keterampilan di diberikan. Sehingga motif yang mereka buat bisa dipasarkan sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan jaman. (moz4)





Apa komentar anda ?