ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Berkat Program “Si Ipar,” 40 Anak Korban KKB Bisa Baca-Tulis

Berkat Program “Si Ipar,” 40 Anak Korban KKB Bisa Baca-Tulis

Oleh : Noken Live
8 Maret 2023
Di PAPUA SELATAN, Pendidikan
0
Berkat Program “Si Ipar,” 40 Anak Korban KKB Bisa Baca-Tulis

Timika,Nokenlive – Berkat program polisi Pi Ajar (Si Ipar), 40 anak Papua korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kini bisa membaca dan menulis

Kebanyakan dari mereka mengungsi bersama orangtua dari Kabupaten Intan Jaya yang merupakan wilayah konflik KKB.

Pengajar dari Yayasan Somatua, Yuliani Akagi merasa bersyukur dibantu oleh anggota Bhabinkamtibmas mengajari anak-anak ini.

Sebagian dari mereka merupakan korban KKB. Mereka belajar di Taman Bacan Somatua tepatnya di Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

“Anak-anak ini mayoritas dari Intan Jaya, informasi sebelum masuk disini mereka adalah anak-anak yang pindah dari sana ke sini lantaran konflik di area pegunungan,”kata Yuliani melalui rilis pers yang diterima,Selasa (7/3) malam.

“Puji Tuhan, mereka bisa berbaur dengan anak-anak lain,”ujar Yuliani lagi.

Saat datang ke Mimika, menurutnya, mereka belum bisa membaca dan menulis, bahkan berbahasa Indonesia.

Dengan dibantu aparat kepolisian, mereka diberikan literasi membaca, menulis dan berhitung.

Ketika sudah cukup untuk bisa semuanya, kata dia, anak-anak tersebut bisa menempuh di pendidikan formal.

“Walaupun kadang usia mereka sudah jauh seperti umur 8 tahun harusnya sudah di kelas dua dan tiga karena kemampuan mereka,”katanya.

Lanjut dia, orangtua bisa mendorong mereka ke sekolah formal namun tetap di kelas satu.

Suasana Pengajar dari Yayasan Somatua, Yuliani Akagi sementara mengajar baca tulis (Foto:Humas)

“Tapi itu sudah menjadi suatu kebanggaan buat kami, itu visi-misi founder Yayasan Somatua, Maximus Tipagau,”ujarnya.

Dia mengatakan, untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak bersama anggota kepolisian bernyanyi, bermain di waktu-waktu tertentu seperti Sabtu menonton bersama film-film edukasi.

“Kami bawa makanan sehat berupa kacang ijo, itu jadi program kerja kami, sudah merasakan ini Sabtu bu guru bawa kacang ijo, mereka ramai-ramai datang ke sini juga,”katanya.

Aktivitas menonton film edukasi itulah yang menjadi motivasi mereka datang belajar.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Mimika, Iptu Paulus Rande Ratu menyebut sebanyak 40 anak yang ikut belajar di Taman Baca Somatua.

Bahkan 70 persen dari mereka sudah mengikuti sekolah formal. Si Ipar merupakan salah satu program dari Operasi Rasaka Cartenz 2023 juga melakukan kegiatan door to door.

Anggota bakal mendatangi rumah-rumah untuk mengajarkan anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis.

“Tujuannya menjadi semangat anak-anak bisa ketemu bapak polisi dan ibu guru, tidak takut dengan polisi yang adalah teman. Sekarang mereka sangat akrab sekali dengan kami,”tambah dia.(Humas/Redaksi)

Tags: belajarDistrik Mimika BaruKabupaten MimikakkbPendidikanTaman Baca SomatuaTIMIKAYuliani Akagi
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Triwarno Harap Seluruh OPD Prioritaskan Program Daerah dan Nasional

Berita Selanjutnya

Koya Koso, Kampung Pertama di Papua Diganjar Kementerian PDT RI dengan Ini 

Berita Terkait

Semangat Kartini di SMPN 9 Jayapura: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi
Kabar Daerah

Semangat Kartini di SMPN 9 Jayapura: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi

Pendaftaran SNK Pariwisata Papua Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota 288 Siswa
Kabar Daerah

Pendaftaran SNK Pariwisata Papua Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota 288 Siswa

Otonomi Khusus Papua, Antara Janji Afirmasi dan Realita yang Tertinggal
Nasional

Otonomi Khusus Papua, Antara Janji Afirmasi dan Realita yang Tertinggal

Dana Otsus Bukan Belas Kasihan Tapi  Utang  Negara pada Rakyat  Papua
Nasional

Dana Otsus Bukan Belas Kasihan Tapi  Utang  Negara pada Rakyat Papua

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua