Timika,Nokenlive – Berkat program polisi Pi Ajar (Si Ipar), 40 anak Papua korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kini bisa membaca dan menulis
Kebanyakan dari mereka mengungsi bersama orangtua dari Kabupaten Intan Jaya yang merupakan wilayah konflik KKB.
Pengajar dari Yayasan Somatua, Yuliani Akagi merasa bersyukur dibantu oleh anggota Bhabinkamtibmas mengajari anak-anak ini.
Sebagian dari mereka merupakan korban KKB. Mereka belajar di Taman Bacan Somatua tepatnya di Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.
“Anak-anak ini mayoritas dari Intan Jaya, informasi sebelum masuk disini mereka adalah anak-anak yang pindah dari sana ke sini lantaran konflik di area pegunungan,”kata Yuliani melalui rilis pers yang diterima,Selasa (7/3) malam.
“Puji Tuhan, mereka bisa berbaur dengan anak-anak lain,”ujar Yuliani lagi.
Saat datang ke Mimika, menurutnya, mereka belum bisa membaca dan menulis, bahkan berbahasa Indonesia.
Dengan dibantu aparat kepolisian, mereka diberikan literasi membaca, menulis dan berhitung.
Ketika sudah cukup untuk bisa semuanya, kata dia, anak-anak tersebut bisa menempuh di pendidikan formal.
“Walaupun kadang usia mereka sudah jauh seperti umur 8 tahun harusnya sudah di kelas dua dan tiga karena kemampuan mereka,”katanya.
Lanjut dia, orangtua bisa mendorong mereka ke sekolah formal namun tetap di kelas satu.

“Tapi itu sudah menjadi suatu kebanggaan buat kami, itu visi-misi founder Yayasan Somatua, Maximus Tipagau,”ujarnya.
Dia mengatakan, untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak bersama anggota kepolisian bernyanyi, bermain di waktu-waktu tertentu seperti Sabtu menonton bersama film-film edukasi.
“Kami bawa makanan sehat berupa kacang ijo, itu jadi program kerja kami, sudah merasakan ini Sabtu bu guru bawa kacang ijo, mereka ramai-ramai datang ke sini juga,”katanya.
Aktivitas menonton film edukasi itulah yang menjadi motivasi mereka datang belajar.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Mimika, Iptu Paulus Rande Ratu menyebut sebanyak 40 anak yang ikut belajar di Taman Baca Somatua.
Bahkan 70 persen dari mereka sudah mengikuti sekolah formal. Si Ipar merupakan salah satu program dari Operasi Rasaka Cartenz 2023 juga melakukan kegiatan door to door.
Anggota bakal mendatangi rumah-rumah untuk mengajarkan anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis.
“Tujuannya menjadi semangat anak-anak bisa ketemu bapak polisi dan ibu guru, tidak takut dengan polisi yang adalah teman. Sekarang mereka sangat akrab sekali dengan kami,”tambah dia.(Humas/Redaksi)





Apa komentar anda ?