Nabire – Nokenllive.com
Tangis haru ratusan masyarakat kampung Korowa, distrik Makimi, kabupaten Nabire, provinsi Papua Tengah saat bro Nesco Wonda, S.Sos, M.Si datang berkunjung melihat keluarga besarnya di kampung Korowa itu.

Orang orang tua baik bapak bapak maupun mama mama menangis haru melihat kedatangan anak mereka yang semasa remaja sering berkunjung dan bermain bersama saudaranya dimasa itu.
Ratusan warga itu merupakan masyarakat suku dani dari Puncak Jaya yang telah bertahun tahun hidup bermukim di kampung Korowa tersebut.
Nesco Wonda mengatakan, ia tidak datang dari mana mana karena dia sendiri merupakan lulusan salah satu sekolah SMP dan SMA di kota Nabire yang kini telah menjadi ibukota daerah otonom baru (DOB) pemekaran dari provinsi Papua bersama dua DOB lainnya yaitu Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
“Saya tidak datang dari mana mana, tetapi ini adalah kampung saya. Waktu saya sekolah disini (Nabire) saya sering datang kesini bermain bersama sama saudara saudara saya,” ucap Nesco Wonda yang juga mantan ketua DPRD Puncak Jaya dua periode itu.
Kata Nesco, kalau adik adik yang masih mudah dan anak anak mungkin belum ada yang mengenalnya.
“Tetapi saya punya orang orang tua semuannya kenal saya, karena dulu waktu saya sekolah di Nabire, kampung Korowa ini tempat saya bermain,” ungkapnya.
“Tuhan kirim orang angkat saya dari kebun bawa bendera partai PSI di Papua Tengah”
Mantan militan partai Demokrat yang kini telah “melabuhkan” hatinya di Partai PSI Papua Tengah kepada ratusan warga kampung Korowa menjelaskan, selama lima tahun sudah ia sitrahat di dunia politik.
“Selama lima tahun saya vakum di dunia politik. Saya lebih banyaj bersama keluarga saya, dan saya berkebun,” katanya.
Nesco Wonda saat ini memimpin DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Papua Tengah lebih jauh menjelaskan, bahwa Tuhan kirim orang mengangkatnya dari kebun untuk bahwa bendera partai PSI di Papua Tengah.
“Sebagai manusia biasa saya tidak tahu apa rencana Tuhan kedepan. Tetapi sebagai orang beriman dan percaya, saya percaya bahwa ini semua rencana dan se izin Tuhan sehingga saya terpilih sebagai DPW PSI dan bawa bendera PSI ini di Papua Tengah,” Nesco Wonda menambahkan.
“Saya tidak sangka saya terpilih jadi Ketua DPW PSI Papua Tengah”
Kepada ratusan saudaranya masyarakat Korwa, matan Ketua KPU Puncak Jaya dua periode itu menjelaskan bahwa ia dia sendiri tidak menyangka ia akan menjadi ketua DPW PSI Papua Tengah.
Nesco Wonda mengatakan, saat temanya bernama H. Abdul Munib datang angkat dia dari kebun dan mengajak bergabung bersama di partai PSI, saat itu ia diangkat sebagai Sekretaris DPW PSI Papua Tengah.
“Tetapi karena teman, kenalan saya sejak dulu bernama Abdul Munib memanggil saya ketua, sehingga begitu saya menjabat Sekretaris PSI dia merasa kaku memanggilnya “Sekretaris”, sehingga dalam waktu kurang lebih empat bulan dia menyerahkan jabatan ketua kepada saya,” jelasnya.

“Ini juga semua sudah rencana Tuhan,” singkatnya.
Sejumlah putra terbaik asal Puncak Jaya terpilih ketua partai di DOB Papua Tengah
Kepada ratusan masyarakat kampung Korwa, kata Nesco Wonda, bapak bapak dan mama mama punya anak anak Puncak Jaya terpilih pemimpin sejumlah partai di daerah otonom baru (DOB) Papua Tengah.
“Oleh karena itu kami minta dukungan doa bapa bapa dan mama mama kampung Korwa ini untuk dukung kami dalam doa karena banyak bapa bapa dan mama mama punya terpilih memipin sejumlah partai di Papua Tengah ini,” bebernya.
Selain ia minta dukungan doa, Nesco Wonda juga minta agar warga saling jaga kekompakan, keamanan dan kedamaian bersama.
“Kita semua satu keluarga dari Puncak Jaya yang ada di Nabire. Oleh karena itu saya minta agar kita tidak boleh saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Mari kita bersama sama jaga kekompakan dan kedamaian bersama,” pesanya. (ANGKY PELLE)





Apa komentar anda ?