Jayapura, Nokenlive.com
Pasca gempa bumi berkekuatan 5,4 skala ricther (SR) yang menggoncang kota Jayapura, Rabu (9/2/23), selain menimbulkan korban jawa meninggal serta luka luka, gempa ini juga menimbulkan puluhan bangunan di kota Jayapura rusak paran dan ringan.

Gempa ini juga memaksa ribuan warga kota Jayapura tinggal bersebelahan dengan dilereng lereng bukit yang tidak rasa aman memilih mengungsi ditenoat yang lebih aman.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey menyebutkan sekitar 28 bangunan hunian dan gedung publik terdampak akibat gempa bumi yang melanda Kota Jayapura.
“Bangunan yang terdampak antara lain rumah warga, perhotelan, perkantoran, dan juga rumah ibadah,” jelas Penjabat Walikota Frans Pekey disela sela mendampingi BNPB Pusat di RSUD Dok II Jayapura, Sabtu, (11/02/23).
Menurutnya, data 28 bangunan rusak akibat gempa bumi kota Jayapura masih bersifat sementara belum lengkap karena masih akan terus didata oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Jayapura agar lebih valid.
Untuk jumlah pengungsi, lanjut Frans Pekey, berdasarkan data yang dihimpun dilapangan sebanyak 2500 orang.
“Namun jumlah tersebut bertambah ketika malam hari ketenda pengungsian, dan kalau siang hari kebanyakan warga memilih kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hal ini dikarenakan mereka (warga), merasa panik dan ketakutan berlebihan adanya gempa bumi susulan dalam skala yang besar.
Frans Pekey minta agar masyarakat jangan kuatir yang berlebihan sehingga berdampak kepada aktifitasnya.
“Memang kita perlu waspada tetapi jangan panik berlebihan sehingga akibatkan kegiatan kita terganggu,” kata Frans Pekey menambahkan.
Untuk menjawab kebutuhan pangan kepada warga terdampak disetiap tenda pengungsian, pemerintah kota Jayapura melalui instansi terkait bekerjasama TNI/Polri, BPBD Kota Jayapura dan Kemensos RI di Papua, telah menyiapkan dapur umum disejumlah titik di kota Jayapura.
Sementara itu, sebagai informasi bahwa dari gempa bumi skala 5,4 SR tanggal (9/2/23) lalu, memakan 4 orang korban jiwa meninggal dunia disalah satu Cafeceriah di ruko permai dok II Jayapura.
Sementara beberapa orang korban luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit maupun di rumah masing-masing.
“Pemerintah kota Jayapura telah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia sekitar Rp10 juta,” tutupnya.
Sementara itu satu orang korban meninggal merupakan karyawan cafeceriah telah dikirim ke daerah asalnya, Sulawesi dan duanya di daerah Papua.(ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?