
JAYAPURA, Nokenlive.com
Guna menekan laju inflasi di Papua, Tim Pengendali Inflasi Daerah telah melakukan koordinasi dan langkah strategis diantaranya, memastikan ketersediaan stok barang, berupaya mengendalikan harga kebutuhan masyarakat, menjaga kelancaran, serta aktif melakukan komunikasi untuk menjaga situasi mengarah kepada “panic buying” terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua, Mohammad Musa’ad kepada wartawan mengatakan, bahwa komunikasi terarah penting untuk dilakukan agar masyarakat tidak mudah termakan isu hoax.”Kita perlu melakukan komunikasi terarah, termasuk memperoleh informasi terkait berita hoax, semisal isu kelangkaan minyak goreng atau bahan lainnya yang kemudian membuat masyarakat panik dan melakukan pembelian yang tidak terkendali, ini perlu sekali dijaga”, paparnya.
Musa’ad mengakui bahwa pada Bulan Juni sebelumnya, Papua sempat terjadi kenaikan inflasi sebesar 5,86 persen akibat kenaikan bbm yang cukup sifnifikan. “Beberapa waktu lalu, memang inflasi kira naik, karena kenaikan bbm jadi harga-harga ikut naik baik transportasi dan lainnya, namun seiring berjalannya waktu mulai bisa dikendalikan”, ucapnya.
Untuk diketahui, pada November 2022, tingkat inflasi di Papua mencapai 6,43 persen, inflasi yang terjadi di tiga kota IHK yakni Merauke sebesar 5,10 persen. Timika sebesar 6,51 persen dan Kota Jayapura sebesar 6,81 persen.(Fibra)





Apa komentar anda ?