Jayapura, Nokenlive.com

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah. Kali ini mereka melakukan penyerangan dan pembakaran camp pekerja tambang di kampung Kawe, Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (05/11) sekitar pukul 18.00 WIT.
Penyerangan KKB itu, seorang pekerja tambang emas atas nama Rolmo Aldus Tuenoa (29) dilaporkan meninggal dunia akibat sabetan benda tajam mengenai pergelangan tangan korban Rolmo Aldus Tuenoa hingga putus.
Korban Rolmo Aldus Tuenoa meninggal dunia diduga kehabisan darah.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat melali pesan via Whatsapp, Minggu (06/11) membenarkan kejadian tersebut.
“Ya tadi malam sekira pukul 18.00 WIT, kami mendapat laporan bahwa telah terjadi penyerangan dan pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di kampung Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang,” ucap Kabid Humas.
Kabid Humas menjelaskan, pelaku adalah kelompok Bocor Sobolim dari Yahukimo yang mana lokasi TKP bersebelahan dengan TKP sebelumnya yang mana salah satu pekerja tambang dipenggal kepalanya.
“Pelaku yang melakukan pembakaran tersebut adalah kelompok Bocor Sobolim dari Yahukimo. Lokasi TKP saat ini bersebelahan dengan TKP sebelumnya,” ungkap Kombes Kamal.
Lebih lanjut, Kombes Kamal mengatakan, dari kejadian tersebut terdapat satu korban korban jiwa atas nama Rolmo Aldus Tuenoa (29).
“Korban mengalami luka sabetan sajam pada pergelangan tangan hingga putus dan menyebabkan korban kehabisan darah,” jelas Kombes Kamal.
Sementara untuk korban meninggal dunia, kata Kamal, saat ini sudah di evakuasi ke Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel.
“Saat ini korban dan saksi-saksi di evakuasi ke Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel, selanjutnya para saksi akan dimintai keterangan,” tandasnya.
Kabid Humas menerangkan saat ini situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang relatif aman dan kondusif.
“Situasi di Kampung Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang relatif aman don kondusif, personel gabungan terus meningkatkan penjagaan dan patroli,” pungkasnya.(ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?