Jayapura, Nokenlive.com
Tingkatkan spiritual pendalaman kitab suci Perjanjian Lama dan Baru, untuk kemudian dibawa dalam kehidupan sehari-hari, keluarga besar mahasiswa Katholik Keuskupan Jayapura St. Yohanes Pembaptis melaksanakan seminar sehari.
Seminar sehari bertempat aula gereja Kristus Terang Dunia, Waena, Minggu, (25/09/2022) turut dihadiri ratusan pemuda Katholik dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta tersebar di kota Jayapura diantaranya, Uncen, USTJ, Poltekes, Stie Port Numbay dan ISBI.
Seminar mengambil thema; “Allah sumber harapan dan hidup”. Sedangkan sub thema; “Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup”.
Materi seminar dibawakan oleh Pastor Jhon Kayame serta Suster Donata Prr dengan topic, “ingatlah padaku”.
Pastor Yohanes Kayame Pr mengatakan, kegiatan seminar kitab suci Perjanjian Lama dan Baru merupakan program dari KMK se-Jayapura.
“Apa yang dilakukan ini menjadi fokus perhatian dari keuskupan Jayapura tetap memberikan perhatian dan pembinaan iman,” jelas Pastor Yohanes Kayame.
Kata Pastor Yohanes Kayame, KMK se-Jayapura merupakan wadah membantu untuk mewujudkan kegiatan spritual pengembangan mahasiswa Katolik se- Jayapura.
Pastor Yohanes Kayame menegaskan, mahasiswa bukan saja hanya berkembang intelektualnya di Kampus masing masing, akan tetapi spritual dalam diri juga harus bersama sama berjalan.
Hal itu, lanjut Yohanes Kayame supaya mereka (anak-anak muda) dekat dengan Tuhan dan juga bisa mengolah emosi kepribadian sehingga menjadi manusia utuh dihadapan Tuhan.
“Oleh karena itu saya berharap, melalui seminar ini mahasiswa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, membaca dan merenungkan kitab suci dalam kehidupan agar ketika selesai studi memiliki kesadaran untuk terus membaca kitab suci secara terus menerus dimana kita berkarya,” katanya.
Sementara itu, Ketua KMK se- Jayapura, Riko Pekei menyatakan bahwa, badang pengurus melaksanakan kegiatan seminar seperti ini wajib dilakukan dibawa naungan Keuskupan Jayapura.
Sedangkan KMK se- Jayapura ini sebaai wadah untuk mengakomodir mahasiswa Katholik yang ada di kota studi Jayapura.
“Mahasiswa Katholik harus mengembangkan spritual, rasa kekatolikan, dan juga intelektual sehingga dalam keadaan seperti ini boleh disebutkan kader Katholik,” tegas Riko Pekei
Riko Pekei mengatakan, mahasiswa Katholik melalui organisasi ini bisa mengembangkan diri sesuai talenta yang mereka miliki.
“Jika kita tidak melaksanakan potensi yang ada pada mereka, kita akan ketinggalan,” tutup Riko.(TIMOTIUS BOMA)





Apa komentar anda ?