Jayapura, Nokenlive.com
Badan Pengurus Pusat – Komite Nasional Papua Barat (BPP – KNPB) secara resmi menyatakan tidak berafiliasi atau terlibat aktif dengan kelompok siapapun, (KPK, Koruptor dan organisasi Koalisi Reaksioner/taktis apapun), dalam kasus dugaan korupsi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.
Menurut Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo, KNPB berdiri jelas, bahwa adalah organisasi perjuangan hak – hak dasar rakyat di West Papua secara politik ideologis, untuk Hak menentukan nasib sendiri (HMNS).
“Kita (Rakyat Papua Barat) telah banyak belajar dan menjadi korban atas konspirasi para elit local (kaum borjuasi), elit oligarki di Jakarta/Kolonialism, dan juga kepentingan kapitalism global,” ungkap Warpo Sampari Wetipo.
Warpo Sampari Wetipo menuturkan, korupsi adalah musuh rakyat, termasuk rakyat tertindas di West Papua. “Bila benar, maka pantas disalahkan. Namun tidak benar maka, ini adalah proses politisasi dan meminimalisasi Indonesia sebagai negara penjajah terhadap bangsa yang sedang dijajah. Kalau sudah begini, maka jelas-jelas normal, dan rakyat Papua mulai dari Gubernur – Rakyat kecil di Papua tidak perlu kaget.
KNPB, menurut Warpo Sampari Wetipo tidak terlibat di dalam aksi tolak atau dukung koruptor dan KPK. KNPB adalah media nasional atau media rakyat tertindas di Tanah air teritorial west Papua.
Warpo Sampari Wetipo menjelaskan, KNPB sejak lahir sampai detik ini sedang eksis menyuarakan hak penentuan nasib sendiri atau Referendum.
“Siapapun yang sengaja atau tidak sengaja mengunakan nama KNPB dalam aksi besok, Selasa 20 September 2022, maka atas nama perjuangan suci ini, rakyat, alam kami kutuk keras,” tegas Wakil Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo.
Warpo Sampari Wetipo menegaskan, arganisasi KNPB & pejuang kemerdekaan yang terakomodir di dalamnya, dimohon untuk tidak menjadi pelacur intelectual (Pasukan Nasi Bungkus). Ideologi perjuangan KNPB sudah jelas, yakni berlandaskan pada sejarah perjuangan Papua Merdeka, kebenaran, kemanusiaan, dan keadilan.
“KNPB tidak pernah mendidik, para pejuang menjadi budak (pesuruh), dan tidak berjuang berdasarkan emosional atau sentimen marga, suku, wilayah, Ras, agama, dan golongan tertentu, sebab itulah nasionalisme yang sangat sempit, memecah belah dan itu yang negara Indonesia piara kita.
KNPB berjuang atas semangat nasionalisme rakyat dan bangsa Papua Barat untuk menjadi bebas seperti bangsa bangsa lain di dunia, termasuk seperti Indonesia. KNPB tidak pernah mengajarkan kepada “rakyat pejuang” untuk menganut paham primordialisme, tutup Warpo Sampari Wetipo.(TIMOTIUS BOMA)





Apa komentar anda ?