Oksibil – Nokenlive.com

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3KB) gandeng tenaga guru SMKN 1 Oksibil, kabupaten Pegunungan Bintang memberikan pelatiahan pertukangan mebel bagi muda mudi orang asli Papua (OAP) putus sekolah di gedung sekolah SMA Negeri 1 Oksibil, Sabtu, 30/07/2022) lalu.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pegunungan Bintang, Nicolaus Uropmabin, S.IP, M.Si mewakili Bupati ketika membukan secara resmi kegiatan memberikan apresiasi kepada Dinas P3KB Pegunungan Bintang selaku penyelengara kegiatan ini sesuai dengan visi pembangunan dicanangkan oleh bupati sebagai kepala daerah.
Asisten I Nicolaus Uropmabin mengatakan, menata sumber daya manusia (SDM) Pegunungan Bintang dengan membantu meningkatkan kualitas, dan kreatifitas bagi anak-anak putus sekolah agar nantinya mereka dapat termotivasi untuk berjuang dan bersaing dengan orang lain dalam bidang permebelan dan pertukangan dengan ilmu diperoleh saat adik-adik belajar disni.
“Kabupaten Pegunungan Bintang harus maju seperti daerah lain di Papua karena Pegunungan Bintang adalah daerah tertingal dalam pengembangan kaderisasi daya kreatifitas , sehingga menjadi tugas kita untuk menjaga dan membimbing generasi muda agar tidak ketinggalan pengetahuan,” tegas Nicolaus Uropmabin.
Ditempat sama, instruktur pertukangan dan permebelan, Andarius Tomassoyan selaku narasumber mengatakan, para peserta sangat berantusias dan memiliki keingintahuan yang tinggi sebab dalam pelatihan ini mereka sendiri bisa merancang dan merakit kursi dan meja hingga berhasil membuat meja dan kursi yang layak dijual.
Salah satu peserta Ottis Wenda mengungkapkan, kegiatan ini benar-benar dapat menambah ilmu, sebab pelajaran yang kami terima benar-benar membantu dan sangat bermanfaat bagi masa depan kami sebagai anak-anak asli Pegunungan yang putus sekolah.
“Kami juga sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, terlebih khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah membantu kami dengan menyediakan guru yang luar biasa sehingga dapat membina kami selama tiga hari. (Aquino Ningdana)





Apa komentar anda ?