
JAYAPURA, Nokenlive.com
Kelompok Mahasiswa dan Pelajar asal Dogiyai di Kota Studi Jayapura menolak dengan tegas kehadiran Polres dan Kodim di Kabupaten Dogiyai belum lama ini, mereka berpendapat keberadaan dua institusi keamanan tersebut adalah buah dari kebijakan Daerah Otonomi Baru yang akan merugikan masyarakat Papua.
pernyataan sikap yang mereka bacakan diantaranya, meminta Kapolda Papua agar segera menarik kembali pasukan yang di kirim ke Dogiyai, meminta DPRP membentuk pansus untuk melakukan investigasi terkait masalah kebakaran di Kabupaten Dogiyai, mendesak Polsek setempat untuk menemukan pelaku pembakaran untuk diproses secara hukum.
Lanjutnya kelompok mahasiswa tersebut meminta agar Kapolda Papua membatalkan niat pembangunan Polres setempat karena tidak memenuhi kriteria perkab polri no 7 tahun 2014 tentang Pembentukan dan Peningkatan Status Kewilayahan.
Pelajar mahasiswa kota studi Jayapura menghimbau kepada masyarakat Dogiyai untuk tidak memberikan tanah yang akan digunakan untuk Pembangunan Pokres maupu Kodim.
Koordinator Aksi Yanuarius Tebai kepada kontributor Nokenlive.com mengatakan bahwa Pemerintah dan Aparat Keamanan setenoat tidak boleh diam harus mencari tahu para pelaku pembakaran. “Jangan main asal tuduh lakukan investigasi secara adil dan menyeluruh, kami mengutuk dengan keras terkait insiden tersebut”, tegasnya.
Lanjutnya Tebai juga menyinggung perihal Pelantikan Kapolres Dogiyai yang oleh kelompok mereka dinyatakan tidak sah karena mengabaikan aspirasi masyarakat yang bertentangan dengan pembangunan Polres di Kabupaten Dogiyai. (Timotius Boma)




Apa komentar anda ?