Jayapura, Nokenlive.com
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sampah menggelar kegiatan Kampanye Peduli Lingkungan dengan melakukan aksi bersama-sama memungut sampah di jalanan. Aksi ini diikuti oleh 9 komunitas bersama paguyuban-paguyuban yang ada di Kota Jayapura.
Menurut salah satu peserta, Ikbal Hasra, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran warga kota terkait sampah plastik. “Kegiatan ini kami mulai dari jam 8 pagi, selain memungut sampah, kami juga membawa pamphlet bertemakan peduli lingkungan guna meningkatkan kesadaran masyarakat”, tuturnya kepada redaksi Noken.Live.
Untuk diketahui bahwa persoalan Sampah di Kota Jayapura seringkali menjadi bumerang kala intensitas curah hujan meningkat, Januari (7/1) lalu, warga kota sempat diterpa bencana banjir yang mengakibatkan tidak saja kerugian materil akibat puluhan rumah yang terendam tetapi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Merujuk pada data tahun 2019 sampai dengan 2020, produksi sampah di Kota Jayapura mencapai 253 ton pertahun, dan yang baru bisa tertangani hanya sekitar 195 ton, penanganannya berupa pengumpulan dan pengangkutan sampai distribusi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Sementara itu persoalan Sampah di Indonesia menurut data yang dilansir dari laman indonesia.go.id, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK pada 2020 total sampah nasional mencapai angka 67.8 juta ton. Itu berarti 270 juta penduduk Indonesia per harinya menghasilkan sekitar 185.753 ton sampah, atau 0.68 kilogram per individunya.
Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka tersebut mengalami peningkatan. Pada 2018, produksi sampah nasional mencapai 64 juta ton dari 167 juta penduduknya dan menjadi bagian dari sampah-sampah yang menggunung di timbunan tempat-tempat pembuangan akhir.
Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Ujang Solihin Sidik mengaku bahwa pengelolaan sampah di Indonesia belum optimal. Menurutnya, dari 514 kabupaten atau kota yang ada di Indonesia, kapasitas pengelolaan sampahnya rata-rata masih di bawah 50 persen. Sementara di kota-kota besar, pengelolaan sampahnya sudah mencapai 70 hingga 80 persen. (Erik)





Apa komentar anda ?