Jayapura, Nokenlive.com – Untuk memastikan kinerja Balai P2JK, seiring dengan aksi demo pengusaha OAP belum lama ini, Wakil Mentri PUPR John Wempi Wetipo melakukan sidak mendadak ke Kantor Balai BP2JK Papua di Kotaraja Jayapura, Senin (05/10/2020).
Dalam sidak tersebut, Wamen PUPR langsung menggelar pertemun dengan Kepala BP2JK Dr. H.Hamdi, ST.MT sejumlah pegawai di lingkungan Balai BP2JK .
Kepada Kepala BP2JK dan stafnya Wamen PUPR Wempi Wetipo menegaskan, untuk wilayah Papua dan Papua Barat akan diawasi secara ketat langsung oleh dirinya, mengingat Papua adalah rumahnya.
“Papua adalah rumah saya, maka saya akan mengawasi secara ketat semua proyek yang ada di Papua, karana ada tugas khusus yang diberikan kepada saya selaku Wamen PUPR,” tutur Wempi Wetipo.
Untuk itu, Wempi Wetipo meminta BP2JK untuk berkerja secara netral dan tetap mengacu pada aturan yang ada, khusus untuk Papua ada amanat Perpres 17 tahun 2019 yang mengatur tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, untuk Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat
Bahkan Wempi Wetipo juga mempertanyakan laporan yang ia terima, bahwa banyak paket yang dilelang ulang bahkan sampai 3 kali.
Namun pada kesempatan tersebut juga mendengarkan keluhan dari BP2JK Papua, yang disampaikan langsung oleh Kepala BP2JK Papua Dr. H.Hamdi, ST.MT.
Kepada Wamen PUPR Wempi Wetipo, Kepala Balai BP2JK menuturkan, kendala utama yang dialami BP2JK Papua adalah minimnya tenaga kerja.
Menurut Hamdi, idealnya BP2JK Papua harus memiliki 40 staf Pokja dan 15 staf peneliti, namun yang ada sekarang baru 15 orang staf.
(Jack)





Apa komentar anda ?