Jayapura, Nokenlive.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengevaluasi dukungan yang telah diberikan kepada bakal calon bupati dari Kabupaten Yalimo yang menjadi tersangka kasus kecelakaan mobil yang menewaskan seorang polisi wanita Polda Papua.
Kepada wartawan di Jayapura, Jumat (19/09/2020) Ketua DPW PKB Provinsi Papua Syarifah mengatakan, pihaknya memastikan keputusan tersebut akan diambil oleh pengurus partai di tingkat pusat.
“Kemungkinan itu ada, tapi saya tetap mengacu pada pusat karena dukungan ini secara legalnya dari pusat,” kata Syarifah.
Menurut Syarifah, kasus hukum yang tengah dijalani bakal calon bupati dari Kabupaten Yalimo tersebut menjadi alasan mengapa PKB mempertimbangkan untuk menarik dukungannya kepada yang bersangkutan.
“Terlebih hal itu kini telah menjadi atensi banyak orang dan sebagai perwakilan dari masyarakat merasa harus mengambil sikap,” ujarnya.
Syarifah juga menjelaskan kasus ini sudah menjadi perhatian semua pihak, sebagai warga negara dalam situasi seperti ini tidak bisa menutup mata dan tidak bisa tinggal diam saja.
“Usulan tersebut, telah diajukan ke pengurus pusat dan masih menunggu keputusannya,” katanya lagi.
Dia menambahkan jika ke depan sudah diputuskan maka akan segera disampaikan kepada publik.
Sebelumnya, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas menyatakan bahwa pengemudi yang menabrak almarhum Bripka Polwan Christin Batfeni (36 tahun) adalah ED (31 tahun) yang menjabat Wakil Bupati Yalimo.
ED yang menjabat Wakil Bupati Yalimo, dalam pilkada serentak 2020 maju sebagai bupati berpasangan dengan Jhon Will.
(NL/ANT)





Apa komentar anda ?